Bareskrim-Kejagung Gelar Perkara Kedua Terkait Surat Jalan Palsu Djoko Tjandra

Wilda Nufus - detikNews
Rabu, 09 Sep 2020 13:33 WIB
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra berjalan seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Bundar Kompleks Gedung Kejakasaan Agung, Jakarta, Senin (31/8/2020). Djoko Tjandra diperiksa sebagai tersangka dalam kasus suap kepada oknum Jaksa Pinangki terkait kepengurusan permohonan peninjauan kembali (PK) dan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA).ANTARA FOTO/ Adam Bariq/wpa/hp.
Foto: ANTARA FOTO/ADAM BARIQ
Jakarta -

Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan koordinasi untuk gelar perkara tahap kedua terkait dengan surat jalan palsu terpidana kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra. Gelar perkara itu dilakukan hari ini di Gedung Bundar Jampidsus Kejagung.

"Iya kita ekspose dengan jaksa penuntut umum (JPU) untuk koordinasi," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo melalui pesan singkat kepada wartawan Rabu (9/9/2020).

Ferdy menyebut koordinasi ini terkait kelengkapan formil dan materiil berkas perkara tiga tersangka, yakni Djoko Tjandra dan pengacaranya Anita Kolopaking, serta mantan Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigren Prasetijo Utomo, yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun Ferdy belum memerinci terkait waktu pastinya.

"Terkait kelengkapan formil dan materiil tiga berkas perkara tersebut," ujar Ferdy.

Diketahui, Bareskrim Polri melimpahkan berkas kasus surat jalan palsu dan red notice terpidana kasus cessie Bank Bali Djoko Tjandra kepada Kejaksaan Agung. Kejagung sendiri telah menerima berkas tersebut.

"Sudah, sudah dilimpahkan tahap satu kemarin," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung Hari Setiyono saat dihubungi detikcom, Kamis (3/9).

Selain berkas perkara Djoko Tjandra, Hari menyebutkan berkas perkara terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oknum jaksa Pinangki Sirna Malasari sudah terlebih dahulu masuk tahap 1.

Untuk diketahui, kasus surat jalan palsu dan pelarian Djoko Tjandra Bareskrim menetapkan Djoko Tjandra sendiri sebagai tersangka. Selain itu, pengacaranya, yakni Anita Kolopaking, dan mantan Karo Kowas PPNS Bareskrim Polri Brigren Prasetijo Utomo ditetapkan sebagai tersangka.

(dwia/dwia)