Boros dan Jarang Dipakai, Ambulans Laut di Sulsel Dinilai Tak Efektif

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 21:06 WIB
Ambulans laut sandar di Kabupaten Pangkep (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)
Foto: Ambulans laut sandar di Kabupaten Pangkep (ANTARA/Nur Suhra Wardyah)
Makassar -

Keberadaan ambulans laut sebagai inovasi Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan dinilai tidak efektif dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang berdomisili di pulau. Penggunaan ambulans laut jarang dipakai masyarakat pulau dan menyedot anggaran yang boros.

"Jadi kita itu harus siapkan bahan bakar Pertalite jika ingin menggunakan ambulans laut, sementara harga Pertalite di pulau Rp 10.000/liter dan pemakaiannya kira-kira sekitar 60-70 liter dan itu hanya dari Pulau Barrang Lompo saja ke Makassar," kata Kepala Puskesmas Barrang Lompo Kota Makassar dr Faisal di Makassar, Selasa (8/9/2020) seperti dilansir Antara.

Penggunaan bahan bakar yang tinggi dan biaya bagi pengemudi jadi beberapa kendala sehingga penggunaan ambulans laut tidak begitu optimal bagi warga pesisir. Sementara anggaran yang disiapkan Dinas Kesehatan Kota Makassar hanya berkisar Rp 5 juta per bulan.

"Ini pengadaan wali kota, saat ini tetap dipakai tapi kurang efektif karena boros biaya. Anggarannya itu dari dinas dan kita tidak dibebankan ke pasien," katanya.

Selain itu ambulans laut dianggap tidak efisien karena dengan ongkos besar hanya mampu membawa satu pasien bersama sekitar tiga-empat orang anggota keluarganya. Kondisi ini membuat akses penggunaan ambulans laut tidak cukup mudah bagi sedikitnya enam pulau di wilayah Puskesmas Barrang Lompo.

Adapun enam pulau tersebut yakni Pulau Barrang Lompo, Pulau Barrang Caddi, Pulau Kudingareng, Pulau Lumu-lumu, Pulau Bonetambu dan Pulau Lajukan.

Selanjutnya
Halaman
1 2