Round-Up

5 Arahan Jokowi Tetap Gelar Pilkada di Tengah Pandemi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 21:05 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan kepada gubernur mengenai pengendalian pandemi virus Corona dan pemulihan ekonomi.
Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Pilkada serentak harus tetap digelar di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) pada Desember 2020. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sejumlah arahan.

Ada lima poin arahan yang disampaikan Jokowi dalam rapat terbatas 'Lanjutan Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak', yang disiarkan di YouTube, Selasa (8/9/2020).

Jokowi mengungkapkan penyelenggaraan Pilkada 2020 harus mematuhi kenormalan baru. Dia juga menyoroti kerumunan yang muncul saat pendaftaran Pilkada.

Selain itu, Jokowi berpesan agar TNI dan Polri netral dalam Pilkada serta masyarakat harus meng-crosscheck calon kepala daerah yang bakal dipilih.

Berikut Ini 5 Arahan Jokowi Tetap Gelar Pilkada di Tengah Pandemi:

Pilkada Harus Dilakukan, Kita Tak Tahu Kapan COVID Berakhir

Jokowi menegaskan penyelenggaraan Pilkada 2020 tetap harus digelar di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).
"Penyelenggaraan Pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir karena memang kita tidak tahu, negara mana pun tidak tahu kapan pandemi COVID ini akan berakhir," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Negara, Selasa (8/9/2020).

Jokowi mengatakan Pilkada harus dilakukan dengan mengikuti kenormalan baru. Dia meminta agar protokol kesehatan dijalankan secara ketat dalam semua tahapan Pilkada.

"Oleh karena itu penyelenggaraan Pilkada harus dilakukan dengan normal baru, dengan cara baru," katanya.

Jokowi meminta semua pihak menerapkan disiplin protokol kesehatan. Kepada para aparat penegak hukum dan tokoh masyarakat, Jokowi meminta agar melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3