Menag: Cegah Penularan Corona, Akses Ponpes Darussalam Banyuwangi Ditutup

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 18:18 WIB
Menag Fachrul Razi hadiri rapat bersama Komisi VIII DPR. Sejumlah hal dibahas di rapat itu, salah satunya soal upaya pencegahan virus corona untuk jemaah haji.
Menag Fachrul Razi (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta -

Pondok Pesantren Darussalam Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), telah menjadi klaster COVID-19. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan akses keluar-masuk pesantren ditutup sementara untuk mencegah penularan Corona.

"Saat ini untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 seluruh aktivitas di Ponpes dihentikan, Ponpes melakukan karantina massal serta seluruh akses Ponpes tutup tidak boleh ada yang keluar masuk," kata Fachrul di rapat bersama Komisi VIII MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Lebih lanjut Fachrul mengatakan Kemenag sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 setempat. Sinergi itu diwujudkan dengan adanya berbagai bantuan logistik dan kesehatan bagi para santri di sana.

"Kemenag sudah melakukan sinergi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jawa timur. Sinergi ini diwujudkan dengan melakukan sejumlah upaya antara lain menyiapkan tempat isolasi, menurunkan tim kesehatan, disinfektasi dan trauma healing hingga mendirikan dapur umum, untuk mencukupi kebutuhan santri selama menjalani masa karantina 14 hari," jelas Fachrul.

Selain itu, Fachrul kembali mengimbau setiap orang di ponpes yang terpapar COVID-19 melapor ke kantor Kemenag terdekat di wilayah tersebut. Ia mendesak hal ini dilakukan agar mereka bisa mendapatkan bantuan.

"Kemenag telah meminta seluruh ponpes yang menemukan kasus positif segera melaporkan ke Kemenag, baik di pusat maupun di kantor provinsi kabupaten/kota. Hal ini agar segera mendapatkan afirmasi khusus COVID-19 dari Kemenag atau instansi unit kesehatan setempat," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Klaster Ponpes Darussalam, Blokagung, Jawa Timur, menjadi penyumbang kasus positif COVID-19 terbanyak di Banyuwangi. Per 1 September 2020, dari total 772 kasus positif, 622 di antaranya merupakan santri ponpes tersebut.

(hel/lir)