Banjir di Penajam Paser Utara Belum Surut di Hari Kedua

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 16:18 WIB
Banjir di Penajam Paser Utara, Kaltim.
Banjir di Penajam Paser Utara, Kaltim. (Foto: Antara)
Penajam -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), masih melakukan penanganan di hari kedua banjir di dua desa di Kecamatan Waru. Kebutuhan makan-minum bagi korban terdampak banjir juga disalurkan dengan saling membantu.

"Saat ini merupakan hari kedua banjir di Kelurahan Waru dan di Desa Sesulu. Banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu dan Senin kemarin. Genangan air tidak sampai masuk rumah warga, hanya di bawah kolong dan halaman rumah," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten PPU Nurlaila di Penajam, Selasa (8/9/2020), seperti dilansir Antara.

Dia menuturkan banjir di kawasan itu dimulai dari laporan yang masuk ke pihaknya pada Senin (7/9), pukul 10.15 Wita. Banjir terjadi pada empat RT di Kelurahan Waru dan dua RT di Desa Sesulu.

Banjir di Kelurahan Waru melanda RT 11, 20, 22, dan 29. Sedangkan banjir di Desa Sesulu melanda RT 02 dan 06.

Untuk korban yang terdampak banjir, lanjutnya, total ada 151 jiwa dari 46 kepala keluarga (KK). Rinciannya adalah di Kelurahan Waru meliputi RT 20 tercatat ada 1 KK dengan 6 jiwa dan RT 22 ada 9 KK dengan 26 jiwa.

Kemudian di RT 29 ada 20 KK dengan 69 jiwa, di RT 11 terdapat lahan pertanian atau persawahan yang terendam sekitar 20 hektare. Sedangkan Desa Sesulu tersebar di RT 02 sebanyak 15 KK dengan jumlah warga yang terdampak ada 48 jiwa dan RT 06 ada 1 KK dengan 2 jiwa.

Dia melanjutkan upaya penanganan yang dilakukan dengan tetap memantau di lapangan bersama aparatur Desa Sesulu dan Kelurahan Waru, kemudian Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta sejumlah pihak terkait lainnya.

"Secara umum kondisi tinggi muka air di beberapa lokasi banjir cenderung turun meski sangat lambat. Namun demikian, tim masih tetap melakukan pemantauan di lokasi sampai saat ini," ujar Nurlaila.

Kesiagaan tim di lapangan sebagai langkah antisipasi jika ada warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk siaga jika terjadi hujan lagi yang menyebabkan banjir susulan, meski saat ini genangan air menurun perlahan.

(idh/jbr)