Ketua MPR Segera Rilis Buku Baru Lewat Penerbit Balai Pustaka

Yudistira Imandiar - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 15:59 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyp
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo akan menerbitkan buku terbarunya berjudul ' JURUS 4 PILAR, Merangkul Milenial, Menjaga Suhu Politik' melalui penerbit Balai Pustaka. Buku ke-16 Bamsoet tersebut diterbitkan dalam versi Bahasa Indonesia dan Inggris.

Rencananya, Bamsoet akan merilis buku terbaru tepat di hari ulang tahunnya pada 10 September mendatang.

Saat menerima kunjungan direksi Balai Pustaka di Gedung MPR RI, Senin (7/9), selain membahas penerbitan bukunya, Bamsoet juga mendorong agar Balai Pustaka sebagai percetakan dan penerbit negara, dikembangkan menjadi terminal akhir dalam menjaga kualitas buku-buku pelajaran yang akan diedarkan di berbagai sekolah. Hal itu, kata dia, dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalahan materi, seperti radikalisme hingga materi dewasa yang pernah masuk dalam materi pelajaran sekolah, sebagaimana terjadi beberapa waktu lalu.

"Sebagai perusahaan milik negara yang bergerak di bidang percetakan dan penerbitan, Balai Pustaka layak diberikan tanggung jawab untuk turut menjadi penyaring atau filter materi pembelajaran di sekolah agar tak menyimpang dari kaidah kebangsaan. Sangat tepat jika buku-buku sekolah dicetak oleh Balai Pustaka, atau kalau pun ingin dicetak perusahaan swasta, mereka tetap harus bekerjasama dengan Balai Pustaka," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (8/9/2020).

Ketua DPR RI ke-20 ini menambahkan, dengan keterlibatan Balai Pustaka, percetakan dan penerbit tak hanya sekadar mencetak dan menerbitkan buku saja, tapi juga bertanggung jawab terhadap isi materi pembelajaran. Jika ada oknum yang memasukan hal negatif dalam materi pembelajaran, penerbit sebagai benteng terakhir dapat mencegah sebelum buku tersebut beredar ke para peserta didik.

"Balai Pustaka punya pengalaman panjang dalam menyajikan buku bermutu ke anak bangsa. Tingkat sensitivitas dan kejeliannya bisa jadi diatas rata-rata percetakan dan penerbit lainnya," sebut Bamsoet.

Bamsoet memaparkan, kemungkinan besar mulai tahun depan materi pendidikan Pancasila akan kembali diajarkan kepada peserta didik dari mulai sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Mengenai rencana tersebut, ia mengungkapkan, Balai Pustaka sudah menyiapkan draf materi pembelajaran untuk selanjutnya dikomunikasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Kembali hadirnya materi pendidikan Pancasila akan membuat para peserta didik tak lagi kehilangan arah kebangsaannya. Sekaligus mencegah masuknya paham radikalisme dan ekstremisme ke dalam diri setiap anak bangsa," kata Bamsoet.

"Semakin derasnya globalisasi, harus dibentengi dengan ideologi bangsa yang kuat. Salah satunya dengan menghadirkan materi pendidikan Pancasila di bangku sekolah," imbuhnya.

(ega/ega)