KPK: Proses Kasus Pinangki di Kejagung Cepat, Kita Kawal Agar Profesional

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 13:04 WIB
Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Kejaksaan Agung dan Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri memeriksa Jaksa Pinangki Sirna Malasari terkait pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra dari eksekusi Kejaksaan Agung atas kasus korupsi hak tagih Bank Bali. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/foc.
Jaksa Pinangki Sirna Malasari / Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA
Jakarta -

KPK ikut menghadiri gelar perkara kasus dugaan penerimaan gratifikasi oleh Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari Djoko Tjandra di Kejaksaan Agung (Kejagung). Kehadiran KPK ini sebagai bentuk supervisi.

"Kami memenuhi undangan dari Jampidsus untuk gelar perkara jaksa P. Ini bentuk tugas kami dalam melaksanakan supervisi," kata Deputi Penindakan KPK, Karyoto, dalam jumpa pers di Gedung Bundar Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2020).

Dia mengapresiasi proses penyidikan kasus Pinangki di Kejagung. Menurut Karyoto, proses telah berlangsung cepat.

"Apa yang tadi disampaikan Jampidsus dan jajarannya, kami sangat apresiasi. Sudah sangat bagus, cepat," ujarnya.

KPK berharap penanganan kasus Pinangki di Kejagung dapat berjalan profesional dan transparan. KPK juga akan mengawal kasus ini hingga persidangan.

"Mudah-mudahan, kita kawal bersama bahwa penanganan ini akan on track, profesional, tanpa ada hal-hal yang ditutupi. Kami juga akan senantiasa mengawal sampai tuntas di persidangan," ucap Karyoto.

Gelar perkara ini dipimpin oleh Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi. Gelar perkara ini dihadiri oleh Kemenko Polhukam, Bareskrim, KPK, dan juga Komisi Kejaksaan.

Kejagung menetapkan Pinangki sebagai tersangka pada 11 Agustus 2020. Pinangki ditahan di rutan Salemba cabang Kejagung.

Pinangki diduga menerima hadiah atau janji berkaitan dengan terpidana kasus pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Joko Soegiarto Tjandra atau Djoko Tjandra. Saat itu Pinangki menjabat sebagai Kepala Sub-Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.

(imk/fjp)