Bawaslu Tak Akan Terima Permohonan Sengketa yang Membawa Banyak Massa

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 12:52 WIB
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan memberikan keterangan kepada awak media terkait surat suara tercoblos di Malaysia. Bawaslu merekomendasikan penggantian dua anggota PPLN Kuala Lumpur.
Foto: Grandyos Zafna/detikcom
Jakarta -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan akan tetap mengetatkan protokol kesehatan dalam pendaftaran sengketa penetapan calon. Bawaslu menyebut tidak akan menerima pengajuan sengketa bila pemohon membawa banyak massa.

"Kami akan melakukan upaya pencegahan dan instrumen pencegahan ketika ruang ada di Bawaslu. Kami akan menerapkan protokol kesehatan dan satu syarat misalnya ketika mengajukan sengketa proses, kami akan tetap mana kala membawa massa banyak, tentu tidak akan kami register sebelum bisa mengendalikan massa itu," ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangannya terkait rapat terbatas yang ditayangkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (8/9/2020).

Abhan mengatakan permohonan sengketa cukup dilakukan oleh kuasa hukum. Atau orang yang akan mengajukan permohonan.

"Cukup permohonan dilakukan oleh kuasa hukum ataupun satu atau dua orang yang mengajukan permohonan sengketa," kata Abhan.

Abhan menyebut berdasarkan pemilu sebelumnya. Maka permohonan sengketa banyak dilakukan setelah KPU melakukan penetapan pasangan calon.

"Kenapa? Karena pengalaman Pemilu 2015, 2017, 2018, banyak sengketa proses ini diajukan kepada Bawaslu pascapenetapan pasangan calon oleh KPU," tuturnya.

Abhan menilai terdapat beberapa tahapan pilkada yang dapat menimbulkan kerumunan, di antaranya pendaftaran, penetapan paslon, protes hasil penetapan, dan pengajuan sengketa.

"Setelah pendaftaran pasangan calon ini, ada potensi yang menyebabkan kerumunan massa juga terutama pada saat penetapan pasangan calon tanggal 23 September ini. Kemudian potensi juga ketika ada protes-protes keberatan atas penetapan pasangan calon yang ditetapkan oleh KPU, dan juga potensi keberatan yang diajukan kepada Bawaslu melalui proses sengketa proses," pungkasnya.

Simak video 'Bawaslu Akan Lapor Polisi Temuan Kerumunan saat Pendaftaran Pilkada':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/fjp)