Arahan Lengkap Jokowi: Sentil Konser Deklarasi, Wanti-wanti SARA di Pilkada

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2020 12:25 WIB
Presiden Jokowi.
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil konser deklarasi bakal pasangan calon (Bapaslon) di Pilkada 2020 yang dihadiri ribuan orang tanpa menaati protokol kesehatan. Jokowi juga mewanti-wanti penggunaan narasi yang mengandung isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pada proses pemilihan nanti.

Hal ini disampaikan Jokowi saat rapat terbatas lanjutan pembahasan persiapan pelaksanaan Pilkada serentak yang disiarkan saluran YouTube Setpres, Selasa (8/9/2020). Jokowi menegaskan penerapan protokol kesehatan pada setiap proses Pilkada tak bisa ditawar.

"Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada harus dilakukan, harus ditegakkan, tidak ada tawar menawar. Karena saya mengikuti situasi di lapangan masih banyak pelanggaran protokol yang dilakukan oleh bakal pasangan calon. Misalnya masih ada deklarasi bakal pasangan calon Pilkada yang menggelar konser yang dihadiri oleh ribuan dan mengundang kerumunan, menghadirkan massa hal seperti ini harus menjadi perhatian kita, dan situasi tidak bisa dibiarkan," kata Jokowi.

Selain itu, Jokowi mengatakan Pilkada harus tetap dijalankan saat pandemi Corona. Menurut Jokowi, tak ada yang tahu kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

"Sekali lagi tidak bisa dibiarkan, penyelenggaraan Pilkada harus tetap dilakukan dan tidak bisa menunggu sampai pandemi berakhir karena memang kita tidak tahu, negara manupun nggak tahu kapan pandemi COVID ini akan berakhir," katanya.

Jokowi juga meminta agar tak ada penanganan narasi yang merusak kesatuan. Jokowi mewanti-wanti agar tak menggunakan politik identitas dan politik SARA dalam perhelatan Pilkada nanti.

"Kita juga tidak membiarkan, jangan membiarkan penggunaan bahasa-bahasa, penggunaan narasi, penggunaan simbol-simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat. Harus ada ketegasan jangan sampai menggunakan politik-politik identitas, politik SARA, karena itu akan membahayakan kesatuan dan kesatuan. Ini yang harus dicegah," ungkapnya.

Tonton video 'Jokowi Minta Demokrasi Tetap Dijaga Jangan Ada Politik SARA di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2