16 Tahun Wafat Munir, KontraS Tuntut Kasus Munir Dinyatakan HAM Berat

Zunita Putri - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 20:57 WIB
Aksi sejumlah aktivis HAM yang tergabung dalam Komite Aksi Solidaritas Until Munir (Kasum) di Rumah Transisi, Menteng, Jakarta, Senin (8/9/2014).  Para aktivis HAM ini menyambangi rumah transisi untuk mendesak Tim Transisi Jokowi JK ketika sudah memerintah memprioritaskan penuntasan kasus Munir.
Foto ilustrasi Munir (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Sudah 16 tahun kasus pembunuhan aktivis HAM Munir bin Thalib berlalu, tapi belum ada titik terang hingga saat ini. KontraS meminta negara bertindak dan menyelesaikan kasus ini.

"Dengan adanya pembunuhan yang sangat tidak manusiawi, dan dugaan keterlibatan orang-orang yang memiliki kekuasaan, kami menuntut agar negara segera membuat pengakuan bahwa pembunuhan Munir merupakan sebuah pelanggaran HAM berat. Negara harus menanggapi ini dengan lebih serius," ujar Koordinator KontraS, Fatia Maulidiyanti, dalam keterangan pers, Senin (7/9/2020).

KontraS, yang juga bergabung dengan Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), juga menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang pernah menyatakan akan menuntaskan kasus Munir. KontraS menagih keseriusan pemerintah mengungkap dalang dari pembunuhan Munir.

"Kami menuntut Presiden Joko Widodo, yang telah berjanji di hadapan publik untuk menyelesaikan kasus ini, untuk membuat aksi yang jelas dan konkret. Aksi konkret ini bisa dimulai dengan melakukan tinjauan atas beberapa perkara pidana sehubungan dengan pembunuhan Munir, termasuk dugaan pelanggaran standar-standar HAM internasional," tegasnya.

Fatia menilai pembunuhan Munir bukanlah kriminal biasa. Oleh karena itu, dia mendesak negara tidak diam dan segera mengungkapkan kasus ini. Dia meminta dalang kasus ini segera diadili.

"Negara juga harus melakukan langkah-langkah yang efektif untuk memastikan bahwa pelanggaran HAM terhadap para pembela HAM diproses secara cepat, efektif, dan imparsial; dan orang-orang yang bertanggung jawab dibawa ke pengadilan," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2