Komnas HAM: Penyerang Polsek Ciracas Harus Diusut dan Diadili Terbuka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 14:50 WIB
Choirul Anam
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Komnas HAM menanggapi kasus penyerangan Polsek Ciracas. Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menilai kasus ini harus diusut secara hukum.

"Kekerasan apa pun nggak boleh dilakukan, untuk alasan nggak boleh dilakukan, dan siapa pun yang melakukannya itu harus disusut secara hukum," ujar Choirul Anam, saat dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Anam mengatakan proses hukum yang berjalan harus transparan. Menurutnya, hal ini penting agar masyarakat juga dapat mengetahui penyebab terjadinya penyerangan tersebut.

"Ya dituntasin pengadilannya harus transparan dan akuntabel agar apa diketahui oleh masyarakat banyak apa di balik penyerangan ini," kata Anam.

Menurutnya, proses hukum masalah ini dapat dilakukan dengan model pengadilan koneksitas. Jadi, meski dalam penanganan militer, masyarakat tetap dapat mengetahui perkembangan proses hukum yang dilakukan.

"Harusnya koneksitas, kan bisa koneksitas. Jadi pengadilan koneksitas. Mekanisme koneksitas itu yang memungkinkan teman-teman media atau masyarakat yang kepingin tahu apa penyebab dan sebagainya itu mudah akses informasinya," tuturnya.

"Mekanisme koneksitas itu penting, salah satunya memang untuk melihat apa sih akar masalahnya. Jadi tidak ada asumsi-asumsi di balik penyerangan itu. karena pengadilannya mudah diakses oleh publik, bisa mudah problem-problem diketahui oleh publik. Kalau di mekanisme yang lain nggak pas," sambungnya.

Anam menilai terlalu jauh bila penyerangan yang terjadi dikaitkan dengan perbedaan kesejahteraan prajurit TNI dengan Polri. Oleh sebab itu, dia menilai perlu adanya proses hukum yang terbuka.

"Nggak lah, itu terlalu jauh itu. Makanya ini harus diselesaikan melalui mekanisme pengadilan koneksitas, nggak bisa diadili melalui mekanisme pengadilan militer. Ini bukan dalam konteks operasi perang, itu bukan dalam konteks pelanggaran perang. Agar publik tahu apa yang terjadi. Makanya pengadilannya pengadilan terbuka biar tahu apa masalahnya," pungkasnya.

Tonton video 'TNI AD Talangi Sementara Kerugian Penyerangan Polsek Ciracas':

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/fjp)