MPR: Media Massa Punya Peran dalam Berbangsa dan Bernegara

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Senin, 07 Sep 2020 14:52 WIB
Bamsoet
Foto: MPR RI
Jakarta -

MPR bekerja sama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen menggelar kegiatan press gathering yang diselenggarakan di Anyer. Press gathering kali ini terasa lain dari biasanya karena digelar dalam masa pandemi COVID-19, dan harus mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Seluruh peserta harus mengikuti rapid test terlebih dahulu," ujar Kepada Biro Humas Setjen MPR Siti Fauziah, dalam keterangannya, Senin (7/9/2020).

Hal itu ia sampaikan dalam laporannya pada acara pembukaan press gathering di Hotel Aston, Anyer, Banten, Sabtu (5/9).

Siti Fauziah mengatakan ketentuan untuk memakai masker dan dan jaga jarak juga berlaku. Ia pun menyatakan pertemuan ini sangat penting karena kegiatan ini diikuti oleh media sebagai salah satu pilar demokrasi yang diharapkan dapat memperkuat posisi MPR sebagai Rumah Kebangsaan.

Siti Fauziah berharap media sebagai pilar demokrasi akan semakin menguatkan posisi MPR sebagai Rumah Kebangsaan Pengawal Ideologi Pancasila dan kedaulatan Rakyat.

"Media sebagai mitra strategis MPR mudah-mudahan dapat menjadi Jendela MPR bagi masyarakat, dengan selalu memberitakan hal-hal positif yang dilakukan MPR," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Wartawan Perlemen Romdoni Setiawan mengatakan kegiatan press gathering ini merupakan yang pertama kali diselenggarakan pada 2020. Press gathering kali ini diikuti oleh 90 wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan online.

"Kalau bukan karena pandemi, acara press gathering biasanya diselenggarakan dua kali setahun, yaitu pada awal dan akhir tahun," ungkapnya.

Pentingnya peran pers bagi MPR juga dijelaskan oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. Bamsoet menyatakan media adalah mitra strategis yang selama ini selalu mendukung kerja MPR.

Untuk itu ia mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kerja sama dan sinergi yang telah terjalin baik selama ini, sehingga pada setiap penyelenggaraan agenda-agenda kelembagaan MPR senantiasa mendapat dukungan peliputan dari media parlemen.

"Pimpinan MPR RI menyadari bahwa media massa, baik sebagai institusi publik maupun sebagai institusi sosial, mempunyai peran yang signifikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam konsepsi kehidupan ketatanegaraan modern, media massa tidak saja turut memberi warna, tetapi juga menjadi salah satu pilar demokrasi, di samping lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif," ungkapnya.

Bamsoet menambahkan media juga berpartisipasi dalam mempertahankan dan merawat kepribadian serta jati diri bangsa."Dengan jangkauan yang luas dan tingkat aksesibilitas yang tinggi, media massa mempunyai peran strategis dalam menyebarluaskan wawasan kebangsaan. Media massa akan menjadi salah satu mitra penting dan strategis bagi MPR dalam melaksanakan tugas-tugas konstitusionalnya, terutama dalam mewujudkan visi MPR sebagai 'Rumah Kebangsaan'," pungkasnya.

Sebagai informasi, dibanding sebelumnya press gathering kali ini paling banyak dihadiri oleh pimpinan MPR, pimpinan badan, dan pimpinan fraksi. Seperti dijelaskan oleh Siti Fauziah, dari sepuluh pimpinan MPR hadir lima orang, yaitu Bambang Soesatyo, Ahmad Muzani, Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, dan Hidayat Nur Wahid (hadir secara virtual).

Sedangkan pimpinan Fraksi MPR yang hadir berjumlah enam orang. Mereka adalah Idris Laena (Partai Golkar), Taufik Basari (Nasdem), Anton Sukartono (Partai Demokrat), Arwani Thomafi (PPP), H. Andi Akmal Pasludin (PKS), dan Hj. Intsiawati Ayus (Kelompok DPD). Sementara Sadarestuwati (PDI Perjuangan) dan Neng Eem Marhamah Zulfa (PKB) hadir sebagai anggota Badan Penganggaran MPR.

Usai acara pembukaan press gathering, di tempat yang sama juga dilanjutkan dengan diskusi bertema 'MPR Rumah Kebangsaan'. Diskusi ini menampilkan para narasumber yaitu Hidayat Nur Wahid, Arwani Thomafi, H. Andi Akmal Pasludin, dan Hj. Intsiawati Ayus.

(prf/ega)