Tolak Sertifikasi Penceramah, Anwar Abbas Ancam Mundur dari Sekjen MUI

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 09:36 WIB
Sekjen MUI Anwar Abbas.
Sekjen MUI Anwar Abbas (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengkritik Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi soal pernyataan radikalisme dan program sertifikasi penceramah. Anwar menegaskan menolak rencana sertifikasi itu.

"Melihat sikap dan cara pandang Menteri Agama yang selalu bicara tentang radikalisme yang ujung-ujungnya selalu mendiskreditkan dan menyudutkan umat Islam dan para dainya, saya, Anwar Abbas, secara pribadi yang juga kebetulan adalah Sekjen MUI, dengan ini menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama yang akan melibatkan MUI," kata Anwar Abbas kepada wartawan, Sabtu (5/9/2020).

Anwar menegaskan akan mundur dari Sekjen MUI jika program itu dilaksanakan. Anwar mengatakan sikapnya ini sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Allah SWT dan umat Islam.

"Bila hal ini terus dilaksanakan dan teman-teman saya di MUI menerimanya, begitu program tersebut diterima oleh MUI, ketika itu juga saya Anwar Abbas tanpa kompromi menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI," ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) segera menyelenggarakan program penceramah bersertifikat atau sertifikasi penceramah. Program ini, disebut Kemenag, tidak wajib diikuti oleh penceramah.

"Jadi program itu tidak wajib, tidak diwajibkan kepada penceramah. Peserta adalah utusan ormas-ormas Islam. Materi kira-kira adalah tentang pemahaman keagamaan moderat, rahmatan lil alamin, dan penguatan wawasan kebangsaan. Karena itu, kita kerja sama dengan Lemhannas agar lebih mantap lagi," ucap Dirjen Bina Masyarakat Islam Kemenag Kamaruddin Amin saat dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Menurut Kamaruddin, seluruh penceramah di Indonesia tidak mungkin disertifikasi. Untuk itu, pemerintah memilih sertifikasi bersifat tidak wajib.

"Soalnya, kalau diwajibkan, penceramah begitu banyak, kan. Penceramah di Indonesia, semua bisa menjadi penceramah. Kita ini memberi masukan, memberi penguatan kepada penceramah kita agar mereka tidak hanya memiliki wawasan agama mendalam, tapi juga wawasan kebangsaan," ucap Kamaruddin.

(idh/isa)