Eks Dirut TransJ Donny Saragih Ditangkap, Kuasa Hukum: Kita Akan Koordinasi

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 15:11 WIB
Eks Dirut TransJ Donny Saragih Ditangkap
Eks Dirut TransJ Donny Saragih ditangkap. (Foto: dok. Istimewa).
Jakarta -

Tim gabungan Kejaksaan RI telah menangkap mantan Direktur Utama PT TransJakarta (TransJ) Donny Andy S Saragih. Tim kuasa hukum menerima penangkapan tersebut dan akan segera lakukan koordinasi langkah hukum selanjutnya dengan Donny.

"Ya atas penangkapan ini, kita akan mematuhi setiap langkah penegakan hukum yang dilakukan oleh kejaksaan atau melakukan eksekusi. Jadi ya kita terima apakah itu merupakan suatu langkah pro justitia dari pihak kejaksaan seperti itu," kata pengacara Donny Saragih, Hendarsam Marantoko, saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/9/2020).

Donny ditangkap di Apartemen Mediterania, Jakarta Utara. Namun Hendarsam tak mengetahui penangkapan ini karena telah lost contact sejak kliennya menghilang selama beberapa bulan setelah divonis oleh hakim.

"Oh iya, saya baru tahu ini dari Mbak. Karena saya memang nggak ini kan, setelah dia menghilang, lost contact dengan dia ya," jelasnya.

Namun dipastikan kuasa hukum akan segera berdiskusi dengan Donny dalam menentukan langkah hukum selanjutnya. Selain dengan kliennya, Hendarsam juga akan berdiskusi dengan kejaksaan.

"Nanti begini, saya harus berdiskusi dulu dengan klien, dengan Donny, kira-kira langkah hukumnya apa yang akan dia tempuh. Tentunya ini kan putusan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap, makanya jaksa kemudian menjalankan eksekusinya. Kan seperti itu. Tapi kita lihat deh, kita coba lihat setelah saya berdiskusi dulu dengan Donny," ungkapnya.

"Iya, kita menerima. Nanti coba kita akan koordinasi dengan pihak kejaksaan untuk langkah hukum berikutnya kayak gimana," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) PT TransJakarta (TransJ) Donny Andy S Saragih ditangkap kejaksaan soal kasus penipuan pada Jumat malam. Donny kemudian dieksekusi ke Lapas Kelas I Salemba, Jakarta Pusat.

Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Nirwan Nawawi mengatakan awalnya tim berhasil melacak keberadaan Donny pada Jumat (4/9) di RSPI, Jakarta Selatan. Namun Donny kemudian bergerak menuju kediamannya di Jakarta Utara.

Ternyata tim sudah menunggu Donny di kediamannya. Hingga pada akhirnya Donny diamankan.

Kasus Donny sendiri tercatat dalam perkara 490/Pid.B/2018/PN Jkt.Pst dengan klasifikasi perkara pemerasan dan pengancaman. Donny bersama Porman Tambunan alias Andi Tambunan alias Andi kemudian dituntut 'turut serta melakukan penipuan berlanjut' sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan alternatif ketiga.

Dalam putusan kasasi nomor 100 K/PID/2019 tertanggal 12 Februari 2019, majelis hakim menolak permohonan kasasi Donny dan Andi. Hakim bahkan menjatuhkan pidana penjara kepada keduanya masing-masing 2 tahun.

(maa/maa)