Viral Pulau Pendek Dijual, BPN Buton: Belum Pernah Terbit Sertifikat Lahan

Sitti Harlina - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 13:52 WIB
Pasangan lansia La Hasa dan Wa Zifa penghuni Pulau Pendek di Buton, Sultra (Siti Harlina-detikcom).
Ilustrasi (Foto: Pulau Pendek di Buton, Sultra (Siti Harlina-detikcom)
Buton -

Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Buton menegaskan lahan di Pulau Pendek, Buton, Sulawesi Tenggara yang dijual di situs jual beli tidak memiliki sertifikat. BPN Buton menjelaskan lahan yang tak memiliki sertifikat itu adalah tanah negara.

"Belum pernah terbit sertifikat di lahan itu (Pulau Pendek)," kata Kepala BPN Kabupaten Buton, Tageli Lase saat dihubungi detikcom, Sabtu (5/9/2020).

Tageli menjelaskan, jika sebuah tanah tidak pernah diterbitkan sertifikatnya, maka tanah itu adalah miliki negara. Namun demikian, dia tidak menjelaskan status kepemilikan lahan di Pulau Pendek itu apakah milik negara atau tidak.

"Jadi tanah yang belum dilekati oleh sesuatu hak itu disebut tanah negara. Negara memiliki kewenangan untuk mengatur peruntukkannya dan bisa saja diberikan hak kepada seseorang," katanya.

Selain itu, Tegali juga menjelaskan permohonan pengajuan hak tanah oleh individu. Bagi individu yang ingin mengajukan harus memenuhi kriteria secara fisik dan yuridis.

"Kalau ada warga yang bermohon dipermonggokan hanya saja ada syarat fisik yakni secara nyata di lapangan terbukti jika yang bersangkutan memiliki bangunan rumah atau melakukan aktivitas seperti berkebun sementara yuridis yakni ada surat-suratnya apakah melalui warisan atau hibah atau izin membuka tanah dari bupati serta harus sesuai dengan tata ruang wilayah," jelasnya.

Tegali juga menjelaskan bukti pembayaran pajak yang dimiliki seseorang bukanlah dasar atas kepemilikan lahan, melainkan harus dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat.

Sebelumnya, Pulau Pendek, sebuah pulau kecil di wilayah perairan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara viral di media sosial karena dijual di situs jual beli. Warga tidak terima dan akan mempolisikan penjual.

Pulau Pendek secara administratif terletak di Desa Boenotiro Barat, Kapontori, Kabupaten Buton. Kepala Desa Boenotiro Barat, Ilyas menegaskan warganya tidak terima pulau mereka dijual.

"Hampir seluruh anak cucu (nenek moyang), baik kami yang di wilayah Kecamatan Kapontori maupun perantauan mau pulang, karena merasa kaget sekali (ada kabar Pulau Pendek dijual)," ujar Ilyas kepada detikcom, Minggu (30/8/2020).

Tonton juga 'Ahli Waris Laporkan Penjualan Pulau Pendek ke Polisi':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2