Hoax Bikin Rusuh

Gegara Rilis Pers Pemicu Emosi, Puluhan Ribu Orang Tewas dalam Perang

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 05 Sep 2020 12:31 WIB
Battle of Mars-La-Tour, August 16,1870 by Emil Hünten. Circa 1870 (Rauantiques/Wikimedia Commons)
Battle of Mars-La-Tour, August 16,1870 by Emil Hünten. Circa 1870 (Rauantiques/Wikimedia Commons)
Jakarta -

Hoax yang disiarkan oleh Prada Muhammad Ilham menjadi masalah. Kabar yang menyimpang dari fakta telah memprovokasi kemarahan teman-teman Prada Ilham untuk menyerang Polsek Ciracas. Kabar pelintiran juga pernah mengobarkan kerusuhan dalam skala lebih besar, yakni peperangan dengan puluhan ribu korban jiwa.

Ini adalah kisah dari keterangan pers tertulis yang disunting sedemikian rupa sehingga menjadi kabar penyulut emosi. Keterangan pers ini membuat dua negara saling berperang. Ngerinya, hal itu dibikin dengan sengaja supaya menyulut perang.

Rilis pers beracun itulah yang menyulut Perang Prancis-Jerman (Franco-Prussian War) pada 1870-1871. Gara-gara perang yang disulut urusan segelintir politikus itu, puluhan ribu nyawa orang jadi melayang.

Dilansir Encyclopaedia Britannica, diakses detikcom pada Jumat (4/9/2020), pihak Jerman kehilangan nyawa 8.500 pria ditambah 460 aparatnya. Di pihak Prancis, 17 ribu orang tewas. Jerman memang menang, tapi hoax mengawali kemenangan ini.

Soal rilis pers penyulut perang

Cerita ini disarikan dari buku 'Western Civilization: A Brief History' karya Jackson J Spelvogel, 'Bismarck: The Man & The Statesman' karya Bismarck sendiri, 'Perempuan Naga' karya David Michael Lindsey, hingga Encyclopaedia Britannica.

Pada 1870, Pangeran Leopold Jerman ditawari menjadi penguasa Spanyol oleh wangsa Katolik Hohenzollern-Sigmaringen, wangsa yang menaungi Leopold. Saat itu, sedang terjadi kekosongan takhta di Spanyol. Tetangga Spanyol, yakni Prancis, tidak terima bila takhta Spanyol diserahkan kepada orang Jerman.

Kaisar Prancis bernama Napoleon III berang. Pangeran Leopold sadar, perebutan takhta Spanyol bisa memicu peperangan Prancis vs Jerman, maka Pangeran Leopold akhirnya menolak tawaran menjadi raja di Spanyol. Meski begitu, Kaisar Prancis Napoleon III belum puas dengan penolakan secara lisan dari Pangeran Leopold.

Pangeran Leopold adalah kerabat dari Kaisar Jerman-Raja Prusia, yakni Wilhelm I. Untuk memastikan tak ada lagi ningrat Jerman yang berambisi merebut takhta Spanyol, Napoleon III menghubungi Wilhelm I.

Pada 13 Juli 1870, di tempat tetirah bernama Bad Ems kawasan Kurpark, Raja Prusia Wilhelm I dimintai garansi oleh Prancis agar Wilhelm I menjamin tidak akan ikut pencalonan menjadi penguasa Spanyol. Pihak yang meminta garansi itu adalah Duta Besar Prancis Vincent Benedetti, yang diperintahkan oleh Menteri Luar Negeri Prancis.

Tonton juga 'Polsek Ciracas Diserang Gegara Hoax, DPR Soroti Penggunaan Medsos':

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2 3