Gugat ke MK, Rizal Ramli Ingin Presidential Threshold Dihapus

Luqman Nurhadi A - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 20:18 WIB
Rizal Ramli mendatangi Mahkamah Konstitusi hari ini, Jumat (4/9/2020). Kedatangannya untuk mengajukan uji materi terkait syarat presidential threshold.
Rizal Ramli mengajukan uji materi presidential threshold ke MK. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengajukan uji materi atas ambang batas perolehan suara untuk bisa mengajukan calon presiden atau presidential threshold (PT) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Rizal Ramli ingin PT menjadi nol persen.

Rizal datang ke MK didampingi kuasa hukumnya, Refly Harun. Permohonan uji materi Rizal Ramli terhadap PT yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu itu diterima MA dengan tanda terima surat nomor 2018/PAN.MK/IX/2020.

Rizal Ramli menjelaskan alasannya mengajukan uji materi ini. Dia mengaku ingin seleksi kepemimpinan di Indonesia lebih kompetitif.

"Saya ingin seleksi kepemimpinan Indonesia kompetitif, yang paling baik nongol jadi pemimpin, dari presiden sampai ke bawah. Itu hanya kita bisa lakukan kalau threshold ambang batas kita hapuskan jadi nol," kata Rizal Ramli di gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2020).

Rizal Ramli menilai adanya PT sama saja dengan memberikan ruang munculnya kejahatan politik uang. Dia ingin PT dihapus.

"Nah, selama ini MK melegalisasi threshold. Artinya, MK melegalisasi kejahatan money politics ini. Saya harap kali ini, saya akan bujuk teman-teman, marilah kita berpikir untuk Indonesia yang lebih hebat, yang lebih makmur, kita hapus threshold ini. Supaya... kalau tidak (dihapus), threshold ini jadi sekrup pemerasan," tegas Rizal Ramli.

Selanjutnya
Halaman
1 2