Puan Disebut Orang Minang, Begini Garis Turunan dari Fatmawati Sukarno

ADVERTISEMENT

Puan Disebut Orang Minang, Begini Garis Turunan dari Fatmawati Sukarno

Hery Supandi - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 16:41 WIB
Puan Maharani
Foto: Puan Maharani (Dok Istimewa)
Bengkulu -

Politikus PDIP Arteria Dahlan menyebut cucu Presiden RI pertama Sukarno, Puan Maharani, adalah orang Minang. Keturunan Minang sendiri biasanya diperoleh dari sisi ibu, lalu bagaimana garis turunan Puan jika ditelusuri hingga neneknya, Fatmawati?

Sepupu yang juga penjaga rumah Fatmawati, Marwan Amanadin, bercerita soal garis turunan istri Sukarno itu. Menurut Marwan, Fatmawati merupakan putri tunggal dari pasangan Hasan Din dan Siti Khadijah yang berdarah asli Bengkulu.

"Fatmawati gadis asli dari melayu Bengkulu begitu pula dengan kedua orang tuanya," kata Marwan, Jumat (4/9/2020).

Marwan menyebut ayah Fatmawati merupakan tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Ketika Bung Karno diasingkan di Bengkulu, ayah Megawati Soekarnoputri itu juga mengajar di sekolah Muhammadiyah dan bertemu dengan Fatmawati.

Pertemuan Sukarno dengan sosok perempuan kelahiran 5 Februari 1923 ini terjadi saat pengasingan di Bengkulu, tepatnya 1938-1942. Bung Karno pun disebut terpikat dengan sosok Fatmawati.

Sepupu Fatmawati, Marwan Amanadin (Hery-detikcom)Sepupu Fatmawati, Marwan Amanadin (Hery-detikcom)

"Dari situ Fatmawati dan Bung Karno bertemu. Bung Karno langsung terpikat hatinya untuk mempersunting Fatmawati," tutur Marwan.

Usai menikah, kata Marwan, Fatmawati langsung dibawa Sukarno ke Jakarta. Fatmawati semasa remaja menghabiskan waktu tinggal di Bengkulu.

Fatmawati sendiri dikenal sebagai gadis yang aktif berorganisasi. Salah satunya, dia aktif di Nasyiatul Aisyiyah, sebuah organisasi perempuan yang berada di bawah naungan Muhammadiyah.

Dari pernikahan dengan Sukarno, Fatmawati melahirkan lima orang anak. Salah satunya adalah Megawati Soekarnoputri, yang merupakan ibu Puan Maharani.

Puan sendiri lahir dari pasangan Taufiq Kiemas dan Megawati. Nah, Taufiq juga disebut berasal dari Sumbar dan punya gelar Datuk Basa Batuah. Puan pun pernah menyebut dirinya punya ikatan dengan Sumbar dan merasa pulang kampung ketika datang ke ranah Minang saat menjabat sebagai Menko PMK pada 2017.

"Sehingga datang ke Ranah Minang bagi kami adalah pulang ke kampung halaman," tutur Puan.

Puan sendiri menjadi sorotan terkait ucapannya terkait Sumbar menimbulkan kontroversi. Ucapan terkait Sumbar itu disampaikan Puan saat pengumuman rekomendasi PDIP pada Pilkada 2020, Rabu (2/9).

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka!" kata Puan, Rabu (2/9).

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," imbuhnya.

(haf/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT