Puan Maharani Diimbau Minta Maaf, Politikus PDIP Bicara Pribahasa Minang

ADVERTISEMENT

Puan Maharani Diimbau Minta Maaf, Politikus PDIP Bicara Pribahasa Minang

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 14:50 WIB
arteria dahlan
Foto: instagram @arteriadahlan
Jakarta -

Sejumlah legislator asal Sumatera Barat meminta Ketua DPP PDIP Puan Maharani meminta maaf soal pernyataan 'Semoga Sumbar Jadi Pendukung Negara Pancasila'. Lantas apakah Puan bersedia meminta maaf?

Politikus PDIP Arteria Dahlan menyiratkan hal tersebut tak perlu dilakukan. Dia menegaskan Puan tidak bermaksud menyakiti hati masyarakat Sumbar.

"Urang minang itu peradabannya tinggi, alum takilek alah takalam (sudah bisa membaca situasi kemungkinan apa yang akan terjadi, red), tahu dia itu. Apalagi kan Mba Puan itu kan bagian dari keluarga besar Minang, apalagi tidak ada maksud seperti itu dari beliau," kata Arteria ketika dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Arteria mengatakan sesama warga Sumbar harus saling menjaga dan melindungi. Kalaupun ada permasalahan di internal, maka tidak harus publik mengetahuinya.

"Kami saling menjaga saling melindungi. Di adat kami, kalau seandainya ada masalah atau perselisihan paham, ndak perlu orang luar tahu apalagi dibawa ke luar rumah (publik)," ujarnya.

Sebelumnya, permintan maaf itu datang dari anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat, Darul Siska. Darul awalnya menyesalkan pernyataan Puan saat mengumumkan nama calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PDIP di Sumbar.

"Saya menyesalkan dan menyayangkan ucapan seperti itu disampaikan oleh seorang pimpinan partai yang juga pimpinan lembaga negara. Pernyataan tersebut seolah-olah mau mengatakan bahwa Sumbar tidak mendukung negara Pancasila," kata Darul kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Tidak hanya itu, anggota DPR RI Komisi II dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat (Sumbar) II, Guspardi Gaus. Guspardi mengaku kecewa dengan ucapan Puan itu.

"Jadi saya merasa prihatin kecewa terhadap statement yang dikeluarkan oleh Ibu Puan Maharani yang notebenenya beliau adalah pejabat negara. Tidak hanya pejabat negara, tapi juga Ketua DPR RI dan petinggi partai," kata Guspardi di kompleks parlemen pada Kamis (3/9/2020).

Untuk diketahui, pernyataan Puan yang menimbulkan kontroversi itu terjadi pada saat pengumuman rekomendasi PDIP pada Pilkada 2020, Rabu (2/9) kemarin. Di sela pengumuman, terselip harapan Puan untuk Sumbar.

"Rekomendasi diberikan kepada Insinyur Mulyadi dan Drs H Ali Mukhni. Merdeka!" kata Puan, Rabu (2/9).

"Semoga Sumatera Barat menjadi provinsi yang memang mendukung negara Pancasila," imbuhnya.

Tonton video 'Anggota DPR Asal Sumatera Barat Ingin Puan Maharani Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT