Disebut PDIP 10 Tahun Provokasi Sumbar, PKS Pamer Capaian Irwan Prayitno

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 08:40 WIB
Hidayat Nur Wahid
Foto: Hidayat Nur Wahid (MPR)
Jakarta -

Politikus PDIP Zuhairi Misrawi menyebut Sumatera Barat berubah setelah 10 tahun dipimpin, dan juga diprovokasi oleh PKS. Petinggi PKS menepis anggapan itu dan memamerkan penghargaan kadernya yang kini menjadi Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

"Itu pernyataan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada di lapangan ya. Pertama tentu, betul bahwa 2 periode ini gubernurnya dari kader PKS, Pak Profesor Irwan Prayitno, itu benar," kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

HNW lalu menyebutkan sejumlah penghargaan Irwan Prayitno mulai dari Kemendagri hingga Kemenkes. Bahkan, HNW menyebut Irwan Prayitno mendapat pujian dari Mendagri Tito Karnavian.

"Tapi justru dalam masa beliau ini, beliau mendapatkan ratusan penghargaan dari beragama lembaga nasional, dari Kementerian Dalam Negeri, dari Kementerian Kesehatan, banyak sekali kementerian yang, bahkan terakhir Menteri Dalam Negeri sendiri secara terbuka dalam rapat kerja dengan para gubernur dan wali kota, Menteri Dalam Negeri menyampaikan pujian dan apresiasi kepada Profesor Iwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat," ujar HNW.

Pujian dan penghargaan kepada Irwan Prayitno itu dinilai HNW karena sukses dalam melakukan tes virus Corona. HNW mengatakan Tito juga meminta kepala daerah lainnya belajar dari Irwan Prayitno.

"Karena dinilai sebagai berhasil menyelenggarakan tes PCR itu hampir 3.000 tes ya dan itu hanya kalah dari DKI tapi dalam posisi dimana APBD-nya jauh lebih kecil gitu, artinya APBD bukanlah halangan, tapi Sumatera Barat bisa menyelenggarakan, bahkan juga bisa memiliki rumah sakit khusus untuk penanganan COVID-19," ujar HNW.

"Sehingga Menteri Dalam Negeri meminta kepada kepala daerah-kepala daerah untuk belajar dari Pak Irwan Prayitno," tambahnya.

Lebih lanjut, HNW mengatakan Irwan Prayitno orang yang Pancasilais dalam penanganan Corona. Ganjar dalam penanganan Corona itu mendapatkan pujian dari Tito Karnavian.

"Saya ingin garis bawahi, kalau Menteri Dalam Negeri memuji Pak Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat, dalam posisi seperti ini, dan apalagi terkait dengan COVID-19, itukan kalau beliau tidak lagi Pancasila, apa beliau memikirkan untuk melakukan yang maksimal untuk menyelamatkan warga, justru beliau orang yang Pancasilais, ya maka beliau lakukan, dan ternyata mendapatkan pujian yang terbuka dari seorang Menteri Dalam Negeri dan kita tahu Menteri Dalam Negeri adalah bukan orang PKS," imbuh Wakil Ketua MPR itu.

Sebelumnya, politikus PDIP Zuhairi Misrawi menjelaskan lebih jauh soal maksud Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang mengatakan 'Semoga Sumbar jadi Pendukung Negara Pancasila'. Zuhairi atau yang akrab dipanggil Gus Mis menilai Sumbar berubah total semenjak 10 tahun dipimpin PKS.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan lebih dalam perspektif kekinian sekaligus harapan agar Pancasila benar-benar membumi dalam laku keseharian dan kehidupan berbangsa kita. Sebab, Provinsi Sumatera Barat setelah 10 tahun dipimpin PKS memang berubah total. Banyak kader PKS yang memprovokasi masyarakat untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi. Padahal Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Barat," ujar Gus Mis kepada wartawan, Kamis (3/9).

Tonton video 'Anggota DPR Asal Sumatera Barat Ingin Puan Maharani Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/idn)