Hanura Ungkap Alasan Akhirnya Dukung Tersangka Korupsi di Pilkada OKU

Raja Adil Siregar - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 15:24 WIB
ilustrasi pilkada serentak 2015
Foto: Ilustrasi Pilkada oleh Zaki Alfarabi
Palembang -

Kuryana Aziz dan Johan Anuar mendaftarkan diri ke KPU Ogan Komering Ulu (OKU) hari ini. Ada yang baru dari barisan partai pengusung keduanya, yaitu Hanura, yang akhirnya ikut bergabung mengusung meski Johan Anuar berstatus tersangka.

Pasangan petahana ini awalnya didukung 11 partai politik yang punya kursi di DPRD OKU. Hanura sendiri awalnya belum menentukan pilihan siapa calon yang akan mereka usung meski akhirnya didukung Hanura.

"Kemarin sudah deklarasi, rekomendasi itu keluar 28 Agustus, dukung (Kuryana-Johan Anuar). Komunikasi udah lama," kata Ketua DPD Hanura Sumsel, Al Azhar, saat dimintai konfirmasi, Jumat (4/9/2020).

Al Azhar mengatakan rekomendasi lama diberikan karena Hanura mempertimbangkan status Johan sebagai tersangka. Hanura masih menunggu perkembangan kasus yang menjerat Johan Anuar.

"Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan DPP, ada komunikasi dari pak Kuryana dan belum kelar. Salah satu lama rekomendasi keluar salah satunya itu. Kita melihat perkembangan proses hukum pak Johan Anuar," kata Al Azhar.

Setelah ada komunikasi intens antara Hanura dan Kuryana Aziz, partai akhirnya memutuskan ikut mendukung petahana di pilkada mendatang. Apalagi hingga saat ini tidak ada larangan Johan Anuar mencalon meskipun berstatus tersangka.

"Kemarin proses hukum kan masih jalan ya. Tapi ada beberapa hal yang dijamin sama pak Kuryana, meskipun KPU tidak melarang untuk mencalon (meskipun Johan tersangka). Maka kita ikut antar," katanya.

Kuryana Aziz-Johan Anuar tercatat menjadi peserta pertama yang mendaftar di KPU OKU hari ini. Pasangan petahana ini diantar 12 partai pengusung dan dua partai pendukung non-parlemen, yakni Garuda dan PSI.

(ras/haf)