PPP: Terlalu Jauh Kasus Polsek Ciracas Dikaitkan dengan Kesejahteraan TNI

Eva Safitri - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 10:29 WIB
Arsul Sani
Sekjen PPP Arsul Sani (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kesejahteraan prajurit TNI diperbincangkan usai peristiwa penyerangan Polsek Ciracas. Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai terlalu jauh mengaitkan kasus Polsek Ciracas dengan kecemburuan kesejahteraan antara TNI dan Polri.

"Jika mengaitkan kasus perusakan Polsek Ciracas dengan soal kesejahteraan TNI itu menurut saya terlalu jauh," kata Arsul, ketika dihubungi, Jumat (4/9/2020).

Arsul juga mengatakan hal itu tidak bisa disimpulkan menjadi penyebab peristiwa penyerangan. Melihat dari apa yang disampaikan pihak TNI, bukan kesejahteraanlah yang menjadi penyebab.

"Bahwa di lapangan ada rivalitas atau ketidaksenangan antara anggota TNI dengan Polri itu juga tidak dapat dipungkiri, tapi hemat saya akar masalahnya bukan soal iri karena perbedaan soal kesejahteraan," ujarnya.

Untuk itu, PPP menilai lebih baik pengusutan kasus menjadi prioritas saat ini. Kepada pihak terkait, Arsul meminta agar penyelidikan kasus ini dibuka secara transparan.

"PPP minta ini diselesaikan dan dibuka saja ke publik apa yang jadi motifnya. Artinya harus ada pengusutan tuntas. Sejauh ini kami yakin bahwa itu akan dilakukan pimpinan TNI, apalagi melihat ketegasan KSAD seperti disampaikan selama ini," tutur Arsul.

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR Sukamta menyoroti kesejahteraan prajurit TNI ketika rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan. Dia menilai kecemburuan prajurit TNI terkait kesejahteraan institusi lain kerap jadi pemicu keributan.

Sukamta awalnya berbicara soal keprihatinannya terhadap kesejahteraan prajurit TNI dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan, Rabu (2/9) kemarin. Sukamta membandingkan kesejahteraan prajurit TNI dengan personel Polri. Menurutnya, kesejahteraan prajurit TNI berada di bawah personel Polri.

(eva/tor)