Jelang Pilkada, Wakil Ketua MPR Mewanti-wanti soal Politik Uang

Yudistira Imandiar - detikNews
Jumat, 04 Sep 2020 11:16 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menuturkan dalam demokrasi yang berkembang di Indonesia, selepas reformasi, rakyat diberi kesempatan memilih Presiden dan kepala daerah secara langsung. Ia mengakui dalam demokrasi semacam itu, di satu sisi merupakan demokrasi yang terbuka namun ada tantangan yang perlu dihadapi dan dipikirkan, yaitu pemenangnya adalah suara yang terbanyak.

"Demokrasi yang berkembang mempunyai tantangan," ujar Jazilul dalam keterangannya, Jumat (4/8/2020).

Saat sosialisasi 4 Pilar MPR yang digelar di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (2/9) itu, Jazilul mengatakan demokrasi yang berkembang disebut menyehatkan namun mempunyai efek samping. Efek samping itu seperti tumbuhnya politik uang. Dalam aturan demokrasi, lanjunya, politik uang dikatakan pasal penyuapan.

"Demokrasi tak menghendaki cara-cara seperti itu," tegasnya.

Ia membandingkan politik uang sebesar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 dengan masa jabatan kepala daerah yang jangka waktunya sampai lima tahun. Hal-hal yang demikian menurutnya harus ditinggalkan.

"Yang merusak dalam kehidupan perlu ditinggalkan," paparnya.

Jazilul berharap Pemilu tidak seperti dagang sapi atau seperti pasar malam. Menurutnya, seperti pasar malam sebab di sana orang baik, pencuri, tokoh agama, berbaur. Tidak jelas mana yang baik dan buruk berkumpul.

Pria asal Pulau Bawean, Kabupaten Gresik itu berharap dalam Pilkada serentak yang digelar pada Desember 2020 tidak akan terjadi politik uang dan praktik-praktik dagang sapi. Tak hanya itu, ia juga berharap pelaksanaan Pilkada yang digelar juga bisa berlangsung dengan damai.

"Pilihlah pemimpin yang mempunyai visi dan misi," tegasnya.

Dalam Pilkada yang akan digelar pada Desember 2020, lanjut Jazilul, bisa jadi situasi pandemi COVID-19 masih menggejala. Ia meminta dalam setiap proses dan tahapan Pilkada yang ada, masyarakat, tim sukses, dan calon kepala daerah menerapkan protokol-protokol kesehatan.

"Terhindar dari penularan COVID-19, tak ada politik uang dan dagang sapi serta berlangsung damai, itu harapan kita dalam Pilkada 2020," tutur alumni PMII itu.

(akn/ega)