Disebut PDIP 10 Tahun Provokasi Sumbar, PKS: Jangan Buruk Rupa Cermin Dibelah

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 21:02 WIB
Wakil Ketua Komisi II DPR Mardani Ali Sera, memimpin rapat dengar pendapat dengan KPU, Bawaslu dan Kemendagri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21 November 2017. Rapat tersebut membahas revisi Peraturan KPU (PKPU) tentang syarat dukungan calon perseorangan (indipenden) serta membahas Peraturan Bawaslu (Perbawaslu). CNNIndonesia/Adhi Wicaksono.
Mardani Ali Sera (Adhi Wicaksono/detikcom)
Jakarta -

Politikus PDIP Zuhairi Misrawi menyebut Sumatera Barat berubah setelah 10 tahun dipimpin, dan juga diprovokasi, oleh PKS. Partai berlambang bulan sabit kembar dan padi itu menepis tudingan PDIP.

"Jangan buruk rupa cermin dibelah. Pilkada dan pemilu jelas kok, siapa mampu memesona rakyat pasti dipilih," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

PKS melihat PDIP memiliki basis suara yang cukup besar di wilayah Jawa Tengah (Jateng). PKS mengaku tak iri dan menuduh PDIP.

"PDIP di Solo dan Boyolali dapat suara wow, PKS tidak iri dan tidak menuduh macam-macam," ujar Mardani.

Anggota Komisi II DPR RI itu mengatakan PKS justru memperbaiki diri karena tak punya basis suara besar di Jateng. Mardani mengajak semua pihak berkompetisi dengan sehat dan tak saling tuduh.

"Tapi perbaiki diri dan perkuat pelayanan lagi. So, kita berkompetisi secara sehat saja tanpa harus menyalahkan apalagi tuduh-menuduh," imbuhnya.

Sebelumnya, politikus PDIP Zuhairi Misrawi menjelaskan lebih jauh soal maksud Ketua DPP PDIP Puan Maharani yang mengatakan 'Semoga Sumbar jadi Pendukung Negara Pancasila'. Zuhairi atau yang akrab dipanggil Gus Mis menilai Sumbar berubah total semenjak 10 tahun dipimpin PKS.

"Apa yang disampaikan Mbak Puan lebih dalam perspektif kekinian sekaligus harapan agar Pancasila benar-benar membumi dalam laku keseharian dan kehidupan berbangsa kita. Sebab, Provinsi Sumatera Barat setelah 10 tahun dipimpin PKS memang berubah total. Banyak kader PKS yang memprovokasi masyarakat untuk menolak kepemimpinan Pak Jokowi. Padahal Presiden Jokowi adalah Presiden Indonesia yang menaruh perhatian besar terhadap kemajuan Sumatera Barat," ujar Gus Mis kepada wartawan, Kamis (3/9).

(rfs/tor)