Gubernur Sumsel Perintahkan Percepat Bantuan COVID-19 untuk Mahasiswa

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 22:37 WIB
Herman Deru saat mengumpulkan seluruh jajaran staf dan kepala dinas di Pemprov.
Herman Deru saat mengumpulkan seluruh jajaran staf dan kepala dinas di Pemprov. (Foto: Dok. Istimewa)
Palembang -

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menegur jajarannya terkait dana bantuan COVID-19. Hal itu karena bantuan untuk mahasiswa dan pondok pesantren masih ada yang belum terdistribusi.

Herman Deru mengutarakan itu ketika mengumpulkan staf hingga kepala dinas terkait. Mengingat secara simbolis bantuan sudah diberikan Herman Deru 7 Agustus lalu dan minta segera bantuan didistribusikan.

"Saya tanya ini sudah tanggal berapa, ini hampir sebulan kenapa kok bisa belum terdistribusi. Jangan dipersulitlah, inikan sifatnya darurat. Dana ada, pendistribusian ada dan penerimanya ada. Artinya ini tidak fiktif dan inikan jelas, kenapa lagi," tegas Herman Deru, Kamis (3/9/2020).

Menurut dia, dana bantuan harusnya sudah cair di Agustus lalu. Apalagi dana itu sangat dibutuhkan para penerima bantuan.

"Saya minta bantuan COVID untuk Ponpes ini sudah terdistribusi paling lambat Rabu depan (9/9/20). Begitu pun bantuan untuk keringanan uang kuliah mahasiswa yang belum tersalurkan. Kalau enggak sanggup menyelesaikan ini, lebih baik mundur," tegasnya.

Lebih jauh Herman Deru mengatakan karena sifatnya darurat, proses pendistribusian dana harus disederhanakan. Begitupun untuk ponpes, dia minta dinas terkait agar ikut membantu jemput bola.

Selain mempercepat distribusi itu, Herman Deru juga menginstruksikan jajarannya agar kembali melakukan cek data penerima bantuan. Ia tidak ingin ponpes yang memang memiliki kegiatan belajar mengajar (KBM) malah tak dapat bantuan.

"Jangan sampai yang ada KBM malah tidak dapat, tapi yang sudah tutup malah dapat. Itu tugas Forpess, beri rekomendasi untuk mereka yang benar-benar aktif. Jadi semua harus tepat sasaran," tegas HD.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Reza Pahlevi menjelaskan bahwa dari 18.082 mahasiswa yang terdata dapat bantuan sebagian besar sudah dicairkan. Hanya ada beberapa universitas yang mendaftarkan nomor rekening selain BSB maka pencairan belum dapat dilakukan.

"Untuk yang itu (rekening bukan BSB) kota sudah carikan solusi dengan membuat surat pernyataan. Nah untuk bantuan yang mahasiswa luar negeri seperti Mesir dan Sudah kita masih proses by name by address," ujarnya.

Diketahui sebagai bentuk komitmennya membantu kelangsungan pendidikan mahasiswa di masa pandemi COVID-19, Gubernur HD mengguyurkan bantuan. Sebanyak 18.082 mahasiswa dari 92 PTN/PTS diberikannya bantuan stimulan berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT) masing-masing Rp 1 juta.

Penyerahan bantuan kepada mahasiswa kurang mampu terdampak COVID-19 itu diserahkannya secara simbolis bersama dengan pemberian bantuan operasional ponpes Jumat (7/8/2020). Selain ribuan mahasiswa, HD juga memberi bantuan pada 328 pondok pesantren masing-masing Ponpes diberikan bantuan operasional senilai Rp 15 juta.

(ras/idn)