Anggota Komisi I DPR soal Kasus Jerinx: Parameter UU ITE Harus Lebih Detail

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 20:00 WIB
Drummer Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (kiri) dikawal petugas disela menjalani pemeriksaan di Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (18/8/2020). Jerinx kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pras.
Jerinx didampingi istri. (Fikri Yusuf/Antara Foto)
Jakarta -

Kasus ujaran kebencian 'IDI Kacung WHO' yang menjerat drummer grup band Superman Is Dead (SID), Jerinx, akan naik ke meja sidang pekan depan. Anggota Komisi I DPR Fraksi PKB, Abdul Kadir Karding, menilai kasus Jerinx semestinya selesai lewat jalur mediasi.

"Kalau hemat saya sih sebenarnya penanganannya mestinya sejak awal itu ada semacam mediasi supaya ya mungkin ditegur dalam bentuk lain dan meminta maaf," kata Karding kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Karding mengatakan penyelesaian kasus lewat jalur mediasi jauh lebih bijak. Menurutnya, hal itu dapat menjauhkan kesan Indonesia sebagai bangsa yang mengekang kebebasan berpendapat.

"Ya itu jauh lebih wise ketimbang kemudian kita punya beban perspektif orang publik bahwa negara kita mengekang kebebasan berpendapat. Itu yang jadi pemikiran saya," ujar Karding.

Karding berpendapat, parameter tindakan pidana dalam UU ITE harus semakin diperbaiki sehingga tafsir dan penerapannya tidak terlalu luas.

"Kedua, terkait UU ITE ini mungkin dengan berjalannya waktu harus dibuat lebih detail parameternya sehingga tidak membuka ruang ditafsirkan secara hukum terlalu luas gitu loh. Itu pendapat saya," ujar Karding.

Selanjutnya
Halaman
1 2