Anggota Komisi I DPR: Tuduhan Jerinx SID Serius, Menyakiti Banyak Orang

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 13:26 WIB
Drummer Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (kiri) dikawal petugas disela menjalani pemeriksaan di Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (18/8/2020). Jerinx kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pras.
Jerinx 'SID' berompi oranye ditetapkan tersangka. (Fikri Yusuf/Antara Foto)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR Dave Laksono menilai kasus Jerinx 'SID' soal 'IDI Kacung WHO' sebagai tuduhan yang bersifat serius. Dave menyebut tuduhan itu menyakiti banyak orang.

"Tuduhan itu kan sangat serius dan juga menyakiti banyak orang ya, dan sementara banyak dokter yang berguguran menjadi korban (pandemi COVID-19) juga sudah banyak. Nah ini kalau terus dihina gitu juga bagaimana," kata Dave saat dihubungi, Kamis (3/9/2020).

Politisi Golkar ini menyebut tuduhan itu termasuk kasar. Apalagi ditujukan ke organisasi besar.

"Kata-kata dituduh sebagai kacung itu kan kasar. Dan itu jelas-jelas menyakiti prosesi. Karena yang dituduh itu bukan hanya satu individual tapi secara organisasi yang mana ribuan orang bernaung. Dan bila mana tuduhan itu dianggap benar ya mestinya dia sampaikan dengan bukti dong bukan sekadar menghina saja," jelasnya.

Dave menilai sudah tepat Jerinx dikenai UU ITE. Jika itu dianggap merugikan, Dave mempersilakan pihak yang keberatan untuk mengajukan gugatan.

"Ya ini kan undang-undang itu kan tidak dibuat secara ujug-ujug jadi. Kan sudah melibatkan berbagai macam instansi ya apakah dari dunia pendidikan, dunia penegakan hukum, dan juga banyak stakeholder lainnya. Ini kan bukan hanya sekadar memberikan pasal karet lah kalau kata tuduhan orang itu," ujar Dave.

"Kalau memang dianggap ini merugikan orang ya silakan diajukan ke MK gitu kan. Dilihat di MK. Kalau dilihat dari banyak korbannya ya karena memang ya banyak pelanggarannya gitu," lanjutnya.

Diketahui, Jerinx 'SID' telah ditetapkan sebagai tersangka terkait posting-an 'IDI Kacung WHO'. Jerinx terancam hukuman 5 tahun penjara. Berkas perkara Jerinx pun sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar. Tinggal menunggu waktu sidang.

Sementara itu, saat ini Jerinx masih berada di tahanan rutan Polda Bali. Jerinx sebelumnya menyatakan tidak gentar karena memperjuangkan nyawa rakyat yang jadi korban karena kebijakan kewajiban rapid test COVID-19 sebagai syarat administrasi. Jerinx mengatakan kritik tersebut dipersembahkan kepada para ibu-ibu.

"Kritik saya ini untuk ibu-ibu yang menjadi korban akibat dari kebijakan kewajiban rapid test," kata Jerinx berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Gendo Law Office yang jadi tim kuasa hukumnya, Rabu (12/8).

(hel/eva)