Anggota Komisi I DPR soal Kasus Jerinx: Parameter UU ITE Harus Lebih Detail

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 20:00 WIB
Drummer Superman is Dead I Gede Ari Astina alias Jerinx (kiri) dikawal petugas disela menjalani pemeriksaan di Polda Bali, Denpasar, Bali, Selasa (18/8/2020). Jerinx kembali menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/pras.
Jerinx didampingi istri. (Fikri Yusuf/Antara Foto)

Soal kasus yang dihadapi Jerinx, Karding tak dapat menyimpulkan. Namun dia berharap UU ITE tidak jadi alat mengekang hak kebebasan berpikir dan berpendapat.

"Saya sulit mengatakan itu berlebihan atau tidak tapi semangatnya jangan sampai undang-undang mengekang atau melarang atau berpikir atau berbicara sepanjang itu positif," tutur Karding.

Diketahui, Jerinx 'SID' telah ditetapkan sebagai tersangka terkait posting-an 'IDI Kacung WHO'. Posting-an Jerinx dianggap mencemarkan nama baik sehingga dijerat UU ITE dan terancam hukuman 5 tahun penjara.

Berkas perkara Jerinx pun sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar. Tinggal menunggu waktu sidang. Sementara itu, saat ini Jerinx masih berada di tahanan rutan Polda Bali.

Jerinx sebelumnya menyatakan tidak gentar karena memperjuangkan nyawa rakyat yang jadi korban karena kebijakan kewajiban rapid test COVID-19 sebagai syarat administrasi. Jerinx mengatakan kritik tersebut dipersembahkan kepada para ibu-ibu.

"Kritik saya ini untuk ibu-ibu yang menjadi korban akibat dari kebijakan kewajiban rapid test," kata Jerinx berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Gendo Law Office yang jadi tim kuasa hukumnya, Rabu (12/8).

Halaman

(hel/jbr)