Anggota DPR Sebut Kecemburuan ke Polri Bikin Prajurit TNI Mudah Tersulut

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 07:39 WIB
Sukamta, Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, anggota komisi I
Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Jakarta -

Soal kesejahteraan prajurit TNI diangkat dalam rapat kerja Komisi I DPR dengan Kementerian Pertahanan. Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai kecemburuan prajurit TNI terkait kesejahteraan institusi lain kerap jadi pemicu keributan.

Sukamta mengatakan kesejahteraan prajurit TNI memprihatinkan. Jika dibandingkan dengan personel Polri, kata Sukamta membandingkan, maka kesejahteraan prajurit TNI jauh di bawah.

Menurut dia, prajurit TNI memang tak terdengar gaduh mengeluh. Namun dia meyakini muncul kecemburuan dari prajurit TNI.

"Saya lihat mungkin ada kontribusi (penyebab keributan, red) pada kecemburuan, kalaupun saya tahu prajurit itu tidak pernah mengeluh," kata Sukamta kepada wartawan, Kamis (3/9/2020).

"Tapi, namanya manusia kadang-kadang muncul kecemburuan, sehingga mudah tersulut oleh perkara-perkara yang kecil, sehingga terjadi keributan. Walaupun didisplinkan kaya apa, kalau sumber kecemburuan nggak dihilangkan, kan mudah sekali tersulut, ya," imbuhnya.

Sukamta lalu bicara soal tunjangan dan uang kompensasi prajurit TNI. Dia mengatakan yang didapat prajurit tidak lah cukup.

"Perumahan yang biasanya sangat sederhana dan jumlahnya belum memenuhi, uang kompensasi tugas yang dengan standarnya masih harga 20 tahun yang lalu, sampai tunjangan kinerja yang belum cukup. Misalnya, uang lauk-pauk Rp 32 ribu per hari per keluarga, untuk prajurit yang ditugaskan ke daerah jauh atau di kapal beberapa bulan, Rp 14 ribu per hari," papar Sukamta.

Bahkan, menurutnya, saat dinas di lokasi yang sama, personel Polri mendapatkan fasilitas pesawat sedangkan personel TNI hanya dengan kapal.

Selain soal tunjangan, Sukamta juga menggambarkan perbandingan fasilitas yang didapat prajurit TNI dengan personel Polri. Dia memberi contoh soal perjalanan dinas.

"Jadi tadi yang satu institusi, sama-sama ditugaskan ke Papua dari Jakarta, yang satu naik pesawat, yang satu naik kapal, ya kan, perbandingannya begitu," papar Sukamta.

Lebih jauh, Sukamta melihat masalah kecemburuan terkait kesejahteraan ini bisa memicu terjadinya peristiwa seperti penyerangan Polsek Ciracas. Ada permasalahan, sebut dia, berkelahi.

"Iya itu bagian, kalau saya lihat sih ya, kecemburuan-kecemburuan seperti itu akibatnya yah bisa mengakibatkan seperti itu (penyerangan Polsek Ciracas, red), mudah terpicu. Ada masalah sedikit kelahi, ada masalah sedikit kelahi begitu kan," sebut Sukamta.

Sukamta meminta pemerintah segera meningkatkan kesejahteraan para prajurit TNI. Dia menyebut prajurit TNI harus dimanjakan.

"Iya kami usulkan begitu, dinaikan lah standarnya itu. Kita ingin memanjakan TNI yang layak secara manusiawi aja lah," imbuhnya.

Sukamta awalnya bicara soal keprihatinannya terhadap kesejahteraan prajurit TNI dalam rapat kerja dengan Kementerian Pertahanan, Rabu (2/9) kemarin. Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono yang menanggapi Sukamta dengan menyatakan dirinya pun menangis jika melihat kesejahteraan prajurit TNI.

(tor/tor)