6 Bulan Corona di Indonesia, Anggota DPR: Penyebaran Nyaris Tak Terkendali

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 03 Sep 2020 06:38 WIB
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak
Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati memberikan evaluasi terhadap penanganan virus Corona selama 6 bulan di Indonesia. Kurniasih menilai penyebaran Corona selama 6 bulan, sejak kasus pertama diumumkan, nyaris tidak terkendali.

"Iya kita pertama sangat prihatin karena masuk 6 bulan ini malah angka meningkat dan nyaris tidak terkendali karena angka sudah 3 ribuan terus tiap hari, ini suatu keprihatinan yang luar biasa," kata Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati saat dihubungi, Rabu (2/9/2020).

Kurniasih juga menyebut kondisi ratusan tenaga medis yang meninggal lantaran menghadapi Corona. Menurutnya, perlindungan tenaga medis masih harus diperhatikan lagi.

"Apalagi kita sangat berduka, hari ini terhitung 102 dokter yang sudah meninggal. Ini ketersediaan tenaga medis kita semakin berkurang, sementara angka (kasus positif) semakin meningkat. Ini keprihatinan sangat luar biasa, perlindungan terhadap tenaga medis, kita mendengarkan sangat miris," ucapnya.

Anggota DPR dari Fraksi PKS itu meminta agar pemerintah melakukan upaya lebih dan memperbaiki berbagai hal yang masih kurang. Karena, menurutnya, selain menyelamatkan ekonomi, pemerintah juga perlu menyelamatkan rakyat dari Corona.

"Jadi pemerintah harus lebih serius dan lakukan langkah secara eksponensial, bukan langkah biasa saja untuk misalnya ada perlindungan terhadap rakyat Indonesia. Banyak hal (yang masih kurang). Dalam hal mitigasinya masih banyak berantakan, kebijakan juga, anggaran juga masih belum maksimal, ya," ucap Kurniasih.

"Kita mengkritisi, kita paham, ada pemulihan ekonomi dibutuhkan kita paham. Tapi yang harus dipahami oleh pemerintah dan kita semua adalah saat ini kita sedang dalam situasi bencana, dan bencananya ini bencana kesehatan, bukan bencana alam, ini berbeda penanganannya. Karena itu pemulihan ekonomi yang dilakukan tetap basisnya adalah penuntasan kesehatan terlebih dulu," lanjutnya.

Kemudian Anggota Komisi IX DPR RI dari F-PKS lainnya, Netty Prasetyani juga menyinggung soal ratusan tenaga medis yang wafat sejauh ini dan penyebaran virus Corona. Dia memberi masukan agar pemerintah lebih berani melakukan evaluasi secara menyeluruh dari berbagai hal.

"Pemerintah harus berani melakukan evaluasi secara menyeluruh kebijakan penanganan yang sudah dilakukan dan memenuhi semua kebutuhan sistem dan kapasitas kesehatan seperti ruang ICU, ventilator, obat-obatan untuk merawat pasien positif, dan last but not least memprioritaskan pelindungan terhadap nakes.

Seperti diketahui, enam bulan lalu, tepatnya 2 Maret 2020, Presiden Jokowi, ditemani Menkes Terawan Agus Putranto, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung, mengumumkan kasus pertama positif virus Corona. Kini enam bulan sudah lewat, kasus positif Corona jauh meningkat.

Kala itu, Jokowi menyebut ada dua warga negara Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Dua orang itu tertular dari warga negara Jepang yang sempat ke Indonesia pada Februari 2020.

"Oleh sebab itu, begitu ada informasi, minggu yang lalu ada informasi bahwa ada orang Jepang yang ke Indonesia, kemudian tinggal di Malaysia dan dicek di sana ternyata positif Corona, tim dari Indonesia langsung menelusuri orang Jepang ini ke Indonesia bertamu ke siapa, bertemu dengan siapa ditelusuri dan ketemu," kata Jokowi (2/3).

(maa/zak)