Kurus Diberi Makan Nasi-Jambu Monyet, Orang Utan Dievakuasi BKSDA Kalbar

Adi Saputro - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 18:29 WIB
Bayo orang utan dievakuasi BKSDA Kalbar dari seorang warga (dok Istimewa)
Bayi orang utan dievakuasi BKSDA Kalbar dari seorang warga. (Foto: Istimewa)

Selain mengancam kelestarian satwa liar, perilaku tidak bertanggung jawab seperti ini berisiko membahayakan manusia dengan penyakit yang mungkin dibawa oleh satwa liar.

"Di masa pandemi seperti sekarang, penyerahan satwa liar yang dilindungi ini dapat mengurangi kemungkinan bahaya penyakit menular. Semoga upaya karantina dan rehabilitasi Covita dapat berjalan dengan baik sehingga dapat dilepasliarkan ke habitat alaminya di hutan rimba Kalimantan," ujarnya.

Menurut Kepala Balai BKSDA Kalimantan Barat, Sadtata Noor Adirahmanta, pemeliharaan ilegal tumbuhan dan satwa liar dapat memberikan dampak buruk bagi kedua belah pihak.

"Dari sisi satwanya dapat menyebabkan perubahan perilaku alami orang utan dan di sisi lain dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan manusia di sekitarnya," jelasnya.

"Di samping itu, DNA orang utan yang sangat mirip dengan manusia memungkinkannya menjadi perantara berpindahnya penyakit yang dibawanya kepada manusia. Begitu pula sebaliknya manusia dapat menularkan penyakit yang dibawanya kepada orang utan. Jika proses penularan ini berlangsung cepat maka tidak mustahil terjadi bencana kesehatan secara luas. Oleh karena itu menjaga jarak dengan satwa liar adalah hal yang baik bagi kedua belah pihak," tambahnya lagi.

Perubahan perilaku alami orang utan merupakan kerugian besar bagi satwa orang utan itu sendiri sebab akan sulit bertahan hidup di alam ketika dilepasliarkan. Orang utan tidak mampu mengenali pakan alaminya, tidak mudah beradaptasi dengan lingkungannya, dan sebagainya.

"Kami berterima kasih kepada IAR Indonesia yang berlokasi di Kabupaten Ketapang, sebagai salah satu pusat rehabilitasi orang utan di Kalbar. Semoga Covita dapat 'diliarkan kembali' di sana sampai nanti layak untuk dilepasliarkan ke rumahnya di alam," tutupnya.

Halaman

(jbr/jbr)