Bentrok Antarkelompok di Samarinda Gegara Salah Paham, 1 Warga Tewas

Suriyatman - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 07:23 WIB
Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Bimo Aryanto (Suriyatman)
Foto: Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Bimo Aryanto (Suriyatman)
Samarinda -

Terjadi bentrokan antarwarga di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan TImur. Seorang warga tewas akibat bentrokan ini.

"Saya tegaskan bahwa ini kriminal murni, dan bukan perkelahian yang dilatarbelakangi SARA," ujar Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Bimo Aryanto, di Polres Kutai Kartanegara Selasa (1/9/2020).

Dari kejadian bentrokan ini polisi menetapkan 7 tersangka. Polisi juga masih mencari pelaku lain yang terlibat bentrokan ini.

"Kita masih melakukan pengembangan untuk mencari sejumlah pelaku lainnya yang diduga terlibat kasus perkelahian berdarah di Muara Jawa," kata Bimo.

Bentrokan terjadi di Muara Jawa, Minggu (30/8) lalu. Bentrok dilakukan oleh sesama warga kampung karena SH (29) warga kelurahan Muara Jawa Tengah meminta kepada ABD (28) salah satu tetangganya yang sedang menguruk tanah untuk menyiram debu jalanan dengan air. Namun, ABD menanggapi sensitif permintaan itu.

Kemudian terjadi perkelahian antara dua orang ini. Akibat bentrokan tersebut, seorang warga meninggal dunia karena luka bacokan senjata tajam dan satu lainnya saat ini masih dirawat di rumah sakit.

"Namun saat itu diduga terjadi kesalah pahaman antara mereka kemudian terjadi aksi perkelahian, ABD dkk langsung mengeroyok SH hingga babak belur, SH yang berhasil kabur kemudian melaporkan kejadian ini kepada teman-temannya dari tempat lain," kata Bimo.

Setelah itu SH membawa teman-temannya ke tempat di mana ABD memukul SH, tapi saat sampai di lokasi SH dipukul tidak ada orang di sana. Hanya ada warga benama Alek yang kebetulan sedang berada di situ sambil memegang parang. Nasib buruk terjadi pada Alek, Alek yang saat itu membawa parang disangka kelompok ABD kemudian SH dkk mengeroyok Alek.

"Saat itu tinggal Alek yang berada di lokasi dan saat kelompok SH datang, dia memang membawa parang, karena itulah mungkin Alek dianggap akan melawan sehingga langsung dikeroyok oleh kelompok SH. Korban sempat berusaha melarikan diri, namun karena terus dikejar, Alek akhirnya terjatuh dan kemudian dianiaya hingga akhirnya meninggal dunia," ungkap Bimo.

Dari pengeroyokan Alek itu, ada satu orang kelompok SH bernama Restu terluka karena sempat berkelahi dengan Alek. Setelah menghabisi Alek, kelompok Sh langsung meninggalkan lokasi kejadian dan meninggalkan tubuh Alek di sana.

Atas peristiwa itu, SH dkk dijerat Pasal 338 KUHP junto 351 ayat 3 dengan ancaman pidana seumur hidup. Selain itu, ABD dkk juga dikenakan pasal 170 KUHP dengan ancaman pidana di atas 7 tahun.

(zap/zap)