Round-Up

PAN dan Amien Rais di Persimpangan Jalan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 02 Sep 2020 06:51 WIB
PAN menggelar rakernas untuk mempersiapkan pemilihan ketua umum partai itu. Sejumlah tokoh mulai dari Amien Rais hingga Zulkifli Hasan hadiri acara itu.
Amien Rais bersama Zulkifli Hasan (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Hubungan bapak dari Hanafi Rais dan Mumtaz Rais itu belakangan ini kembali memanas dengan PAN. Dihembuskan loyalis, Amien Rais digadang-gadang akan mendeklarasikan PAN Reformasi pada Desember nanti.

Petinggi PAN dingin menanggapi isu partai baru ini. Dia mengingatkan bahwa Amien Rais tak akan identik lagi dengan PAN jika membentuk partai baru.

"Jika Pak Amien mendirikan partai politik baru, maka publik akan menilai Pak Amien keluar dan meninggalkan PAN dan PAN tidak akan identik lagi dengan Pak Amien Rais," ujar Waketum PAN Viva Yoga Mauladi, Selasa (1/9).

Direktur Eksekutif Indobarometer Muhammad Qodari menganalisis untung-rugi isu tersebut. Qodari menilai justru PAN akan diuntungkan jika Amien Rais mendirikan partai baru.

"Saya nggak tahu ya apakah Pak Amien Rais serius atau tidak dengan mendirikan partai politik baru. Tapi kalau mendirikan partai politik baru, menurut saya itu yang merupakan blessing in disguise bagi PAN yang sekarang," kata Qodari kepada wartawan, Selasa (1/9).

Menurut Qodari, 'Bapak Reformasi' itu merupakan aset sekaligus beban bagi PAN. Amien Rais sebagai aset PAN karena salah satu pendiri partai, tapi juga beban karena popularitasnya terbatas.

"Karena, sesungguhnya Pak Amien Rais itu merupakan aset sekaligus beban bagi Partai Amanat Nasional. Dia aset pada awal pendirian karena PAN berdiri dengan modal sosial dan nama besar seorang Amien Rais, tetapi sesungguhnya Pak Amien Rais juga beban karena memang sebetulnya popularitas Pak Amien Rais itu sangat terbatas ya," ujar Qodari.

Selanjutnya
Halaman
1 2