Loyalis Amien Anggap Mumtaz Rais Tak Matang: Belajar Dulu!

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 13:51 WIB
Ahmad Mumtaz Rais (Dok. Mumtaz Rais).
Ahmad Mumtaz Rais (Dok. Mumtaz Rais)
Jakarta -

Mumtaz Rais menanggapi dingin rencana loyalis sang ayah, Amien Rais untuk membentuk PAN Reformasi. Disebut berhalusinasi, loyalis Amien Rais balas menyindir Mumtaz yang dianggap belum matang dalam berpolitik.

"Sebagai anak muda sebaiknya belajar dulu yang banyak sebagai kader partai untuk menjadi politisi yang matang," ujar salah seorang loyalis Amien Rais, Agung Mozin kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Agung Mozin menyindir karir politik Mumtaz. Ia menyebut anggota DPR RI periode 2014-2019 itu belum pantas berlaga di kancah politik nasional.

"Belum saatnya dia tampil atau hadir di kancah politik nasional seperti saat ini," tutur Agung.

Mumtaz, yang merupakan menantu Ketum PAN Zulkifli Hasan, menganggap remeh rencana loyalis sang ayah mendirikan sempalan PAN. Bahkan Mumtaz sampai bernazar akan berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta Utara, ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) jika seperempat saja dari seluruh anggota Dewan menyeberang ke PAN Reformasi.

Agung Mozin tak ambil pusing meski rencana pembentukan PAN Reformasi diremehkan. "Semakin banyak dia memberi komentar atas rencana pembentukan partai baru maka semakin terlihat ketidakmatangannya dalam dunia politik," tuturnya.

Mantan senior PAN itu juga mengajak Mumtaz bertarung politik secara sehat.

Agung MozinAgung Mozin (Foto: dok. Istimewa)

"Nasihat saya adalah santai saja dan ayo kita berkompetisi dalam adu gagasan untuk dinilai publik," sebut Agung.

Mumtaz diketahui memang berseberangan dengan sang ayah sejak Kongres PAN yang menyatakan Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali sebagai partai berlambang matahari putih tersebut. Kala itu dia terang-terangan menyatakan dukungan karena banyak pihak yang menekan Zulhas.

Ketua Pembinaan Organisasi dan Keanggotaan (POK) DPP PAN tersebut pun menanggapi rencana pembentukan PAN Reformasi oleh loyalis Amien Rais. Mumtaz mengatakan rencana itu hanya sebuah halusinasi.

Oleh loyalis Amien Rais, Mumtaz lalu dianggap sedang panik 'tingkat dewa'. DPP PAN membela Mumtaz.

"He-he-he... sama sekali tidak panik. Tidak 'gegana', gelisah, galau, dan merana," ungkap Waketum PAN Viva Yoga Mauladi.

Soal PAN Reformasi, Viva mengatakan pihaknya menyayangi Amien Rais sebagai salah seorang pendiri partai. Namun dia mengingatkan, jika mendirikan partai baru, Amien Rais dianggap keluar dari PAN.

"Tetapi jika Pak Amien mendirikan partai politik baru, maka publik akan menilai Pak Amien keluar dan meninggalkan PAN dan PAN tidak akan identik lagi dengan Pak Amien Rais," ujar Viva.

Sebelumnya diberitakan, Amien Rais dikabarkan sedang menggodok partai baru yang kemungkinan akan bernama PAN Reformasi. Partai baru itu akan dideklarasikan pada Desember mendatang.

Tonton video 'Amien Rais Sarankan Jokowi Mundur Sebagai Presiden':

(elz/fjp)