LPSK Akan Serahkan CCTV di Depan Kantor Terkait Penyerangan di Ciracas

Yulida Medistiara - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 20:48 WIB
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyambangi Polsek Ciracas
Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyambangi Polsek Ciracas. (Sachril/detikcom)
Jakarta -

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) angkat bicara mengenai insiden penyerangan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. LPSK akan menyerahkan CCTV di depan kantornya untuk membantu perkembangan kasus tersebut.

"Akan memberikan rekaman tersebut kepada penyidik sebagai upaya membantu proses penyidikan yang sedang berlangsung saat ini," kata Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi dalam siaran pers, Selasa (1/9/2020).

Edwin berharap selanjutnya peristiwa penyerangan dan perusakan seperti di Polsek Ciracas tidak terulang. Menurutnya, peristiwa yang terjadi Sabtu dini hari tersebut telah menimbulkan rasa takut masyarakat serta menimbulkan kerugian material yang tidak sedikit.

"Ini sudah masuk kategori perbuatan teror," kata Edwin.

Edwin mengatakan pernyataannya terkait teror bukan berdasarkan asumsi saja. Namun hal itu setelah melihat sendiri rekaman kamera closed circuit television (CCTV) yang terpasang di depan kantor LPSK.

Dalam rekaman CCTV LPSK yang menghadap ke perlintasan Jalan Raya Bogor, terlihat puluhan orang menggunakan sepeda motor berupaya memblokade jalan dan meminta sejumlah pengguna jalan untuk berputar arah. Beberapa orang terlihat meminta orang berputar arah sambil memegang benda yang diduga besi atau senjata tajam. Bahkan terlihat seorang penyerang menginjak sebuah mobil yang sedang berhenti.

"Saya bisa merasakan bagaimana rasa takutnya pengguna jalan karena sedang diteror, bahkan mobil LPSK yang ditumpangi oleh pegawai yang baru saja pulang dari penugasan kegiatan perlindungan hampir menjadi korban amukan," ujar Edwin.

Lebih lanjut, Edwin mengatakan proses hukum terhadap para pelaku juga harus diproses sesuai dengan aturan yang berlaku. Sementara masyarakat yang menjadi korban peristiwa juga berhak mendapatkan ganti rugi atau restitusi. Selain itu, para saksi yang ingin memberikan informasi harus mendapat jaminan perlindungan.

Edwin mengatakan pihaknya secara proaktif melakukan investigasi dan melakukan pendataan terhadap korban yang mengalami kerugian akibat aksi penyerangan yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum TNI tersebut. LPSK juga langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mendata korban yang mengalami kerugian.

"Hari ini kami menerjunkan tim untuk melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Ciracas dan Pasar Rebo untuk menggali data dan informasi terkait kerugian yang diderita sejumlah korban. Tim juga akan menemui langsung korban dan saksi peristiwa tersebut," ujar Edwin.

(yld/gbr)