20 Pembakar Lahan di Sumsel Ditangkap Sepanjang Juli-Agustus

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 15:58 WIB
Polisi saat rilis kasus pembakar lahan di Mapolres (Raja Adil Siregar/detikcom).
Polisi saat rilis kasus pembakar lahan di Mapolres. (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang -

Polda Sumatera Selatan dan jajaran polres menangkap puluhan pembakar lahan musim kemarau Juli-Agustus. Salah satu pelaku membakar lahan di dekat Tol Palembang-Indralaya.

"Selama 2 bulan terakhir Polda bersama jajaran polres tengah menangani kasus kebakaran hutan dan lahan. Setidaknya ada 20 kasus yang ditangani," ujar Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi saat ditemui di Polda, Selasa (1/9/2020).

Dikatakan Supriadi, dari 20 laporan polisi itu, ada 22 pelaku yang ditangkap. Salah satunya terkait dengan kebakaran lahan di lokasi dekat ruas jalan Tol Palembang-Indralaya, Ogan Ilir.

"Yang ramai kemarin dekat jalan tol juga sudah ditangani. Kasus ditangani jajaran Reskrim Ogan Ilir ada pelakunya," imbuh Supriadi didampingi Direktur Reskrimsus Polda Kombes Anton Setiawan.

Sementara Anton menyebutkan, dari laporan itu, kasus tersebar di beberapa wilayah di enam kabupaten. Di antaranya Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Panukal Abab Lematang Ilir, dan Musi Banyuasin dengan total 25 hektare.

"Satu daerah lain ada di Banyuasin, di sana ada lima laporan polisi dan sudah diproses juga. Selain tindakan tegas, kami juga telah menyampaikan imbauan untuk tidak bakar lahan," kata Anton.

Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Robi Sugara menyebut di wilayahnya ada dua pelaku di amankan. Mereka adalah YL dan IH.

"Dari pelaku ini, satu di antaranya pelaku yang membakar lahan di dekat jalan Tol Palindra. Membakar lahan untuk kebun," kata Robi.

Terkait antisipasi terhadap daerah rawan, Robi menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi lewat perangkat desa hingga Bhabinkamtibmas. Namun lahan yang terbakar mayoritas berasal dari lahan kosong tidak bertuan.

"Penanganan karhutla dekat jalan tol kita tetap libatkan stakeholder yang ada agar tidak terjadi kebakaran. Tapi untuk lahan terbakar rata-rata lahan tidak bertuan dan belum dikelola," tegas Robi.

(ras/gbr)