Koalisi 11 Parpol Usung Tersangka Korupsi Tanah Kuburan di Pilkada OKU

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 01 Sep 2020 13:56 WIB
Ilustrasi Fokus Nasib Pilkada Langsung (Andhika Akbaransyah)
Foto: Ilustrasi Pilkada (Andhika Akbaransyah)
Ogan Komering Ulu -

Koalisi raksasa terdiri dari 11 partai politik (parpol) terjadi pada Pilkada Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Ke-11 partai itu, mendukung Bupati petahana, Kuryana Azis, maju di lagi di Pilkada OKU 2020.

Hingga Selasa (1/9/2020), bakal pasangan calon Kuryana Azis dan Johan Anuar sudah mengantongi SK rekomendasi dari 11 partai untuk mendaftar di KPU Ogan Komering Ulu. Keduanya merupakan petahana.

Adapun 11 partai pengusung petahana itu di antaranya adalah PKS, PBB, PAN, Golkar, PKPI, PPP, Gerindra, Demokrat, PKB, PDIP dan NasDem. Kuryana Aziz dan Johan Anuar sudah mengantongi 31 kursi di DPRD OKU dengan mengusung jargon 'Bekerja'.

Satu partai yang belum menentukan pilihan adalah Partai Hanura. Partai Hanura tercatat memiliki 4 kursi di DPRD Ogan Komering Ulu.

"Alhamdulilah syukur, semua partai masih mempercayai Bekerja untuk memimpin OKU kedepan. Kami berterimakasih pada seluruh partai yang telah memberikan SK pengusungan pada kami, tentu amanah ini akan kami jaga demgan baik," terang calon Bupati OKU Kuryana Azis kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Kuryana juga mengatakan pihaknya menjalin komunikasi dengan Hanura. Dia berharap Hanura bisa mendukung dirinya dan Johan Anuar.

"Komunikasi politik dengan Hanura terus dilakukan secara efektif. Mudah-mudahan DPP Hanura juga dapat mempercayakan dukungannya kepada kita," tutur Kuryana Azis.

"Sekarang kita sedang mempersiapkan diri untuk pendaftaran ke KPU. Semua proses sedang dipersiapkan, mudah-mudahan tidak ada hambatan. Sehingga saya dan Pak Johan, beserta seluruh parpol pengusung dapat dengan lancar dan lengkap seluruh berkasnya saat mendaftar ke KPU nanti," sambung Kuryana.

Sebagaimana diketahui Kuryana Aziz dan Johan Anuar kini masih menjabat sebagai bupati dan wakil bupati OKU. Keduanya kembali maju berpasangan pada Pilkada Serentak tahun ini.

Johan Anuar sendiri merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tanah kuburan. Dia ditetapkan polisi sebagai tersangka dugaan korupsi tanah kuburan di OKU pada 2018. Saat itu ia langsung melakukan gugatan praperadilan dan menang.

Tonton video 'Indeks Persepsi Korupsi Meningkat, Ma'ruf Amin: Jangan Puas Diri':

[Gambas:Video 20detik]