Anggota Komisi IX DPR Ingatkan BPOM: Izin Edar Vaksin Covid Jangan Jadi Proyek!

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 19:13 WIB
Wakil Ketua F-PKS DPR Netty Prasetiyani Heryawan
Anggota Komisi IX DPR F-PKS Netty Prasetyani (Foto: Azizah/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR dari F-PKS Netty Prasetyani meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi wasit yang adil dalam pemberian izin edar dan produksi obat virus Corona. Netty khawatir ada 'penumpang gelap' dan aroma proyek dalam produksi obat tersebut.

Netty awalnya bicara soal penelitian yang dilakukan terkait penanganan COVID-19, salah satunya soal obat. Ia meminta penelitian itu dilakukan dengan prosedur yang tepat.

"Ketika kita bicara tentang inovasi yang dilakukan oleh para akademisi, para peneliti, yang harus diingat adalah obat apapun dan alat apapun yang harus dikembangkan tentunya harus mengikuti prosedur yang berlaku. Kita tidak ingin bermain-main dengan nyawa manusia," kata Netty dalam dapat di Komisi IX DPR, Senin (31/8/2020).

Netty lalu menyentil BPOM sebagai 'wasit' dalam pemberian izin edar dan izin produksi obat Corona. Netty meminta pemberian izin edar tidak mengandung unsur subjektivitas, bahkan ditunggangi penumpang gelap.

"Termasuk saya berpesan kepada BPOM, bahwa BPOM sebagai wasit, sebagai pemberi izin edar dan sebagainya, tentu saja harus mengikuti prosedur, harus mengikuti aturan, sehingga tidak ada semacam preferensi, ada subjektivitas, ada like and dislike, termasuk yang paling mengerikan kalau tercium aroma proyek. Ini yang harus kita hindarkan," ujar Netty.

"Jangan sampai situasi pandemi ini ada penumpang gelap yang ingin mendapatkan satu panggung pencitraan atau kemudian mendapatkan keuntungan. Ini yang harus kita jaga bersama-sama," lanjut dia.

Sementara itu, anggota Komisi IX dari F-Golkar Yahya Zaini bicara soal obat Corona temuan Unair yang kini tengah memasuki tahap uji klinis. Yahya meminta BPOM tidak memperlambat pemberian izin edar obat tersebut.

"Di media massa kita mencermati ada berbagai pendapat, terutama terkait dengan pemberian izin edar dan produksi dari BPOM. Saya minta BPOM agak clear di sini, jangan sampai ada kesan memperlambat proses pemberian izin, sepanjang uji klinis itu dilakukan secara tepat sesuai dengan regulasi yang berlaku," ujar Yahya.

Politikus Golkar Yahya Zaini hadir di sidang Setya Novanto.Anggota Komisi IX F-Golkar Yahya Zaini Foto: Politikus Golkar Yahya Zaini hadir di sidang Setya Novanto. (Aditya Mardiastuti-detikcom)

Yahya menegaskan rakyat tidak boleh dirugikan dengan masalah yang terkait birokrasi. Jika penelitian obat Corona Unair sudah diperbaiki, Yahya meminta BPOM segera menerbitkan izin edarnya.

"Jika itu semua sudah dilakukan, syaratnya sudah dipenuhi, kami dengan tegas menyatakan di sini agar BPOM segera mengeluarkan izin produksi dan izin edar. Jangan membuat terlambat, karena akan merugikan masyarakat. Dengan catatan faktor keselamatannya tentu menjadi perhatian utama," tegasnya.

(azr/tor)