Polisi Sita Rp 881 Juta di Rekening 1 Tersangka Klinik Aborsi Raden Saleh

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 18:55 WIB
Polisi Sita Rp 881 Juta dari tersangka klinik aborsi Raden Saleh
Foto: Uang Rp 881 Juta yang disita dari tersangka klinik aborsi Raden Saleh (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya terus mengembangkan kasus klinik aborsi ilegal di Raden Saleh, Jakarta Pusat. Terbaru, polisi menyita uang sebesar Rp 881.500.000 juta dari salah satu tersangka.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan uang tersebut diamankan dari rekening milik tersangka berinsial J (52). J adalah customer service di klinik tersebut.

"Setelah kita lakukan pendalaman terhadap seorang tersangka inisial J, perempuan umurnya 52 tahun. Tugasnya dia sebagai customer service dan untuk menghitung. Dia melakukan negosiasi kepada pasien untuk menentukan harga dalam tindakan aborsi," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Yusri menerangkan, tersangka J ini yang kemudian bertanggung jawab dalam menyimpan seluruh keuangan dari hasil tindakan aborsi di klinik tersebut. Yusri menyebut uang ratusan juta rupiah itu merupakan hasil transaksi yang tercatat selama 1 tahun.

"Total ada sekitar 881 juta 500 ribu rupiah dari rekening yang bersangkutan. Ini masih kita lakukan pendalaman lagi karena kalau kita hitung ini yang baru terdata satu tahun aja," ujar Yusri.

"Tetapi pemeriksaan kepada J dengan ditemukan 881 juta di buku rekening dia dan dia mengaku bekerja 5 tahun di sana. Ini yang dia simpan selama kegiatan aborsi di klinik tersebut. Ini masih kita dalami lagi," sambung Yusri.

Seperti diketahui, klinik aborsi di Jalan Raden Saleh, Senen, Jakarta Pusat, yang dibongkar polisi sudah 5 tahun beroperasi. Klinik tersebut mendapatkan keuntungan puluhan juta rupiah per bulan.

"Setidak-tidaknya dalam satu bulan kurang-lebih (keuntungan) mencapai kurang-lebih Rp 70 juta. Dalam satu bulan bersih, artinya sudah pengeluaran lain. Itu asumsi dari penerimaan satu tahun berjalan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (18/8).

Keuntungan tersebut kemudian dibagi-bagi oleh para tersangka, mulai dokter hingga calo. Bagi para tenaga medis dan calo mendapatkan bagian masing-masing sebesar 40 persen serta sisa 20 persen untuk pengelola klinik.

(mei/mei)