Amien Rais-PAN di Antara Dua Reformasi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 14:34 WIB
Amien Rais hadiri Rakernas PAN, Sabtu (7/12/2019).
Amien Rais (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Partai Amanat Nasional (PAN) didirikan di era reformasi oleh sejumlah tokoh, salah satunya Amien Rais. Kini, PAN direformasi oleh pendirinya sendiri yang akan mendirikan partai baru. Seperti apa perjalanannya?

Politikus senior Amien Rais mendirikan PAN di era reformasi 1998. Waktu berjalan, Amein Rais justru menyatakan telah dipecat oleh PAN dan kini tengah mempersiapkan partai baru yang digadang-gadang akan dinamai PAN Reformasi.

Dikutip dari situs resmi PAN, Amien Rais dijuluki 'sang lokomotif' gerakan reformasi. Amien Rais lalu mendirikan PAN untuk meneruskan cita-cita reformasi.

"Sejarah berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) tak terlepas dari sosok Amien Rais, sang lokomotif gerakan reformasi 1998. Pasca keberhasilan menumbangkan Orde Baru, Amien Rais dan 49 rekan-rekannya yang tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (MARA) merasa perlu meneruskan cita-cita reformasi dengan mendirikan partai politik baru," demikian tertulis dalam situs resmi PAN, seperti dilihat detikcom, Senin (31/8/2020).

Amien Rais yang kala itu menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah tergerak melanjutkan perjuangan setelah berhasil meruntuhkan rezim Soeharto, yang akhirnya membawa Amien Rais mendirikan Partai Amanat Nasional. Amien Rais mendirikan partai berlambang matahari putih itu bersama 49 tokoh lain, di antaranya Hatta Rajasa, Faisal Basri, Goenawan Mohammad, Rizal Ramli, Albert Hasibuan, AM Fatwa, hingga Emil Salim.

Awalnya partai politik ini sepakat dibentuk dengan nama Partai Amanat Bangsa (PAB), namun akhirnya berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN) pada pertemuan tanggal 5-6 Agustus 1998 di Bogor. PAN lalu dideklarasikan pada tanggal 23 Agustus 1998 di Istora Senayan Jakarta. Pengesahan pendirian PAN sendiri berdasarkan pengesahan Depkeh HAM No. M-20.UM.06.08 tanggal 27 Agustus 2003.

Perjalanan PAN juga tak lepas dari sosok Amien Rais. Bahkan, sejumlah elite PAN menyebutkan bahwa 'PAN adalah Amien Rais, dan Amien Rais adalah PAN'.

Tak dinyana, Amien Rais menabuh genderang perlawanan kepada partai yang didirikannya itu. Jagoan Amien Rais, Mulfachri Harahap dan Hanafi Rais, kalah dalam pemilihan Ketua Umum PAN di Kongres V PAN di Kendari, Februari 2020 lalu.

Amien Rais juga membuat pernyataan menghebohkan bahwa dirinya 'dipecat' dari partai yang didirikannya itu. Buntutnya, Amien Rais disebut akan mendirikan partai baru. Loyalis Amien Rais, Agung Mozin, menyebut ada puluhan nama yang diusulkan untuk partai baru, namun saat ini nama yang terkuat adalah Partai PAN Reformasi.

"Dari 30 nama yang diusulkan, memang yang menguat Partai PAN Reformasi. Bukan singkatan ya, jadi PAN Reformasi, itu yang menguat," kata Agung, Sabtu (29/8).

PAN Reformasi akan dideklarasikan pada Desember 2020 mendatang. Agung menilai PAN yang ada sekarang sudah membelot dari tujuan awal dibentuknya PAN. Untuk itulah, menurutnya, semua loyalis Amien Rais sepakat adanya perubahan. Itu yang menjadi alasan pembentukan nama PAN Reformasi.

Menyikapi manuver Amien Rais itu, DPP PAN pun bersuara. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengaku akan kehilangan sosok Amien Rais.

"Kami di PAN akan merasa kehilangan jika Pak Amien benar-benar mendirikan partai politik baru. Karena figur Pak Amien di publik tidak dapat dilepaskan dari eksistensi PAN," kata Viva saat dimintai konfirmasi pada Sabtu (29/8).

(azr/tor)