Jika Jadi Berdiri, PAN Reformasi Bukan Parpol Pertama Hasil Pecah Faksi

ADVERTISEMENT

Jika Jadi Berdiri, PAN Reformasi Bukan Parpol Pertama Hasil Pecah Faksi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Agu 2020 17:51 WIB
Amien Rais hadiri Rakernas PAN, Sabtu (7/12/2019).
Amien Rais, pendiri PAN yang bakal membentuk PAN Reformasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Politikus senior Amien Rais akan membentuk partai baru bernama Partai PAN Reformasi. Jika mengulik sejarah partai politik di Indonesia, PAN bukan partai politik (parpol) pertama yang pecah faksi.

Sebagaimana diketahui, loyalis Amien Rais, Agung Mozin, menyebut ada puluhan nama yang diusulkan untuk partai baru. Namun saat ini nama yang terkuat adalah Partai PAN Reformasi.

"Dari 30 nama yang diusulkan memang yang menguat Partai PAN Reformasi. Bukan singkatan ya, jadi PAN Reformasi, itu yang menguat," kata Agung kepada wartawan, Sabtu (29/8/2020).

Agung mengatakan tidak tertutup kemungkinan ada usulan nama lain sampai waktu deklarasi pada Desember nanti. Namun, menurutnya, nama tersebutlah yang saat ini disukai para loyalis Amien Rais.

Agung menilai PAN yang ada sekarang sudah membelot dari tujuan awal dibentuknya PAN. Untuk itulah, menurutnya, semua loyalis Amien Rais sepakat adanya perubahan. Itu yang menjadi alasan pembentukan nama PAN Reformasi.

Sejarah PAN hingga Terbelah 2 Faksi

Sebagaimana dikutip dari laman resmi PAN, sejarah berdirinya Partai Amanat Nasional (PAN) tak terlepas dari sosok Amien Rais, sang lokomotif gerakan reformasi 1998. Setelah berhasil menumbangkan Orde Baru, Amien Rais dan 49 rekannya yang tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (MARA) merasa perlu meneruskan cita-cita reformasi dengan mendirikan partai politik baru.

Majelis Amanat Rakyat (MARA), yang merupakan salah satu organ gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto, bersama PPSK Yogyakarta, tokoh-tokoh Muhammadiyah, dan Kelompok Tebet kemudian membidani lahirnya PAN.

Awalnya partai politik yang berasaskan Pancasila ini sepakat dibentuk dengan nama Partai Amanat Bangsa (PAB), namun akhirnya berubah nama menjadi Partai Amanat Nasional (PAN) pada pertemuan tanggal 5-6 Agustus 1998 di Bogor.

Partai Amanat Nasional (PAN) didirikan oleh 50 tokoh nasional, di antaranya Amien Rais, Faisal Basri, Hatta Rajasa, Goenawan Mohamad, Rizal Ramli, Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Toety Heraty, Emil Salim, AM Fatwa, Zoemrotin, Alvin Lie Ling Piao, dan lainnya. PAN pun dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 di Istora Senayan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT