Pangdam Jaya Minta Prajurit Waspada Terima Berita Usai Insiden Polsek Ciracas

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 31 Agu 2020 05:45 WIB
Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen Dudung Abdurachman, Selasa (14/7/2020).
Foto: Mayjen TNI Dudung Abdurachman (Eko Susanto/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman meminta prajurit waspada dalam menerima informasi atau berita usai insiden perusakan Polsek Ciracas, Jakarta Timur. Permintaan Dudung itu sampaikan kepada komandan satuan dan diteruskan ke prajurit di bawahnya.

"Setelah kejadian jam 08.00 saya langsung mengumpulkan para komandan satuan agar para prajurit diberi penekanan tentang kewaspadaan dan tidak mudah menerima berita begitu saja karena berita yang diterima belum tentu kebenarannya," kata Dudung kepada wartawan, Minggu (30/8/2020).

Permintaan Dudung itu agar insiden perusakan Polsek Ciracas tak terulang lagi. Diharapkan saat prajurit menerima informasi dapat dilaporkan terlebih dahulu ke komandannya agar mendapatkan arah atau petunjuk selanjutnya.

"Sehingga apabila menerima berita maka lapor komandannya untuk minta arahan dan petunjuknya sehingga langkah yang ditempuh sudah berdasarkan analisa secara komprehensif," ujarnya.

Sebelumnya, peristiwa penyerangan terjadi di Polsek Ciracas pada dini hari, Sabtu (29/8). Sejumlah kendaraan dan bangunan di Polsek Ciracas dirusak hingga dibakar. Selain Polsek Ciracas, Polsek Pasar Rebo diserang.

Dilaporkan ada tiga orang yang terluka dalam penyerangan tersebut, dua di antaranya dirawat di RS.

Belakangan diketahui, perusakan itu diduga disebabkan oknum anggota TNI, Prada MI. Prada MI, yang mengalami kecelakaan tunggal, mengaku dikeroyok sehingga memicu perusakan itu.

"Dari telepon genggam Prada MI ditemukan yang bersangkutan menginformasikan ke angkatan 2017 mengaku dikeroyok, ditelepon seniornya bilang dikeroyok," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman seperti dilansir Antara, Sabtu (29/8).

Pernyataan Prada MI lalu dicocokkan dengan para saksi. Namun, saat pernyataan anggota dari Satuan Direktorat Hukum Angkatan Darat itu dicocokkan dengan pernyataan sembilan saksi dari warga sipil dan CCTV di sekitar lokasi, ternyata MI diketahui telah berbohong.

"Hal terpenting ada rekaman CCTV yang bersangkutan kecelakaan tunggal tidak ada pengeroyokan dan ada rekaman CCTV," ujarnya.

(rfs/maa)