Round-Up

Kisah di Balik Eks Pengawal Jokowi Kini Pimpin Korps Baret Merah

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 22:03 WIB
Brigjen Moh Hasan, Brigjen Moh Hasan saat bersama Jokowi, Brigjen Moh Hasan saat Dangrup A Paspampres
Brigjen Moh Hasan (Foto: dok. Kopassus)
Jakarta -

Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/666/VIII/2020 tanggal 26 Agustus 2020 berisi 62 perwira tinggi (pati) TNI dirotasi. Salah satunya, posisi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus.

Danjen Kopassus, yang sebelumnya dijabat oleh Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, kini diisi oleh Brigjen TNI Mohamad Hasan, yang sebelumnya merupakan Wadanjen Kopassus.

Dilansir dari berbagai sumber, Jumat (28/8/2020), Hasan adalah lulusan Akmil 1993. Selepas lulus, Hasan memulai karier kemiliteran di Kopassus. Hasan bertugas sebagai Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus di Serang.

Pada 2016, Brigjen Hasan mendapat promosi menjadi Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Grup A memiliki tugas pengawalan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak mengherankan jika Hasan sering di samping Presiden Jokowi saat bertugas.

Dari Grup A Paspampres, Hasan dipromosikan menjadi Komandan Korem 061/Surya Kencana. Korem 061 mengomandoi Kodim Kota Bogor, Sukabumi, Cianjur, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Palabuhanratu.

Ia lalu 'pulang kandang' pada 2019 dengan menjabat sebagai Wadanjen Kopassus. Baru setahun menjadi Wadanjen, Hasan kembali dipromosikan sebagai Danjen Kopassus. Ia pun menjadi orang nomor 1 special force TNI AD itu.

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengungkap alasan mengapa Danjen Kopassus diganti. Brigjen Hasan menggantikan Mayjen Nyoman, yang kini diangkat menjadi Pangdam XVIII/Kasuari di Papua Barat.

Brigjen Moh Hasan (paling kanan) saat bertugas mengawal Presiden JokowiBrigjen Moh Hasan (paling kanan) saat bertugas mengawal Presiden Jokowi. (Foto: dok. Kopassus)

"Ini alasannya, pertama adalah kepentingan organisasi, yang kedua adalah kepentingan pembinaan karier yang bersangkutan," ungkap Sisriadi.

Sementara itu, Mayjen Nyoman mendapat posisi baru sebagai Pangdam XVIII/Kasuari di Papua Barat. Diketahui, Nyoman merupakan lulusan terbaik Akmil angkatan 1990.

"Akmil 90 sudah jadi pangdam pertama," jelas Kadispen TNI AD Brigjen Nefra Firdaus, terpisah.

Selanjutnya
Halaman
1 2