Anggota DPR soal Eks Pengawal Jokowi Jadi Danjen Kopassus: Wajar Saja

Rahel Narda Chaterine - detikNews
Jumat, 28 Agu 2020 16:48 WIB
Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Abdul Kadir Karding
Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding (M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Kadir Karding menilai eks pengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi), Brigjen Mohamad Hasan, wajar diangkat menjadi Danjen Kopassus. Menurutnya, pengalaman menjadi Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) adalah sistem perekrutan yang terbaik.

"Saya kira tidak bisa dihindari bahwa sistem yang berada di sekitar presiden, seperti pengawalan dan Paspampres, itu memang salah satu jenjang recruiting terbaik di negeri kita karena banyak pengalaman seperti itu. Jadi saya tidak ada masalah. Wajar saja," kata Karding saat dihubungi pada Jumat (28/8/2020).

Karding mengatakan posisi pengawal presiden merupakan tempat orang harus memiliki kualitas tinggi. Dia pun menganggap wajar hal tersebut.

"Bahwa beliau pernah dekat menjadi bagian dari Paspampres Pak Jokowi, ya wajar saja. Artinya wajar dalam artian banyak orang yang menjadi pengawal, sespri. Paspampres itu adalah tempat di orang memiliki kualitas tinggi," ujarnya.

Lebih lanjut Karding menilai sistem perekrutan di militer sangat ketat. Menurutnya, Brigjen Mohamad Hasan sudah memiliki kemampuan dan integritas.

"Saya kira siapa pun dia pasti sistem recruiting di tingkat militer itu sangat ketat. Artinya, syarat-syarat dan parameter yang dipakai untuk mengangkat seseorang menjadi Danjen Kopassus itu sangat sangat kuat dan detail," kata Karding.

"Jadi Pak Hasan itu mungkin memang memiliki kepemimpinan, kecakapan, dan kemampuan kapabilitas dan pastinya juga integritas," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Brigjen Mohamad Hasan mendapat promosi menjadi Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Hasan, yang kini masih menjabat Wakil Danjen Kopassus, pernah menjadi pengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi mengungkapkan pertimbangan pengangatan itu terkait kebutuhan organisasi di TNI. Soal alasan Brigjen Moh Hasan yang terpilih, Sisriadi menyebut ini sebagai bentuk bagian pembinaan karier.

"Ini alasannya, pertama, adalah kepentingan organisasi. Yang kedua adalah kepentingan pembinaan karier yang bersangkutan," ujar Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi kepada wartawan, Jumat (28/8).

Begitu lulus dari pendidikan, Hasan bertugas sebagai Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus di Serang. Setelah beberapa lama, ia pun kemudian 'keluar' markas dan menjadi Komandan Batalion Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011).

Brigjen Hasan lalu mendapat kepercayaan memegang teritori sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur hingga 2013. Tak lama, ia kembali pulang ke Korps Baret Merah itu. Ia dipercaya menjadi Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus.

Pada tahun yang sama, Brigjen Hasan diangkat menjadi Komandan Batalion Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011). Lalu pada 2014, ia kembali bertugas di luar Kopassus menjadi Asrena Paspampres.

Tonton juga 'Hadiri HUT Kopassus, Prabowo: Ingat Masa Muda, Masih Agak Kurus':

[Gambas:Video 20detik]

(hel/aud)