TNI-Polri di Sulbar Razia Warga Tak Bermasker, Sanksi Push Up-Nyanyi

ADVERTISEMENT

TNI-Polri di Sulbar Razia Warga Tak Bermasker, Sanksi Push Up-Nyanyi

Abdy Febriady - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 21:52 WIB
TNI-Polri merazia warga Mamasa, Sulbar, yang tak patuh protokol kesehatan (Abdy Febriady/detikcom)
TNI-Polri merazia warga Mamasa, Sulbar, yang tak mematuhi protokol kesehatan. (Abdy Febriady/detikcom)
Mamasa -

Personel TNI-Polri terjun ke jalanan di Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), untuk memastikan warga menerapkan protokol kesehatan. Sejumlah warga yang kedapatan tak memakai masker diberi sanksi push up, melompat, hingga bernyanyi.

Warga dijatuhi sanksi karena kedapatan mengabaikan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah, seperti tidak memakai masker. Razia dilakukan TNI-Polri bersama pemerintah daerah setempat.

"Ini kita stationer, kita nyisir dari jalan simpang lima menuju pertigaan BRI, langsung ke pasar. Kita bersinergi dengan pemda, khususnya Satpol PP, Dishub, rekan Kodim, dan kita sendiri dari Polres," kata Kasat Lantas Polres Mamasa AKP Ferrix Shandy Anggara kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

TNI-Polri merazia warga Mamasa, Sulbar, yang tak patuh protokol kesehatan (Abdy Febriady/detikcom)Foto: Abdy Febriady/detikcom

Razia menyasar sejumlah tempat keramaian, seperti pasar, kafe, dan warung, di Kecamatan Mamasa. Razia dilakukan petugas untuk mendisiplinkan warga, agar mematuhi imbauan pemerintah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus Corona (COVID-19), yang penularannya masih terus meningkat.

"Penerapan sanksinya dalam hal tindakan fisik, misalnya kalau ada rekan-rekan yang masih muda, kita tegur, kita beri sanksi push up," ungkap Shandy.

TNI-Polri merazia warga Mamasa, Sulbar, yang tak patuh protokol kesehatan (Abdy Febriady/detikcom)Foto: Abdy Febriady/detikcom

Dalam kegiatan ini, warga yang terjaring razia langsung diberi masker setelah menjalani sanksi. Mereka diimbau menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari dalam rangka tatanan hidup normal baru.

Rencananya, razia kedisiplinan protokol kesehatan untuk memutus rantai penularan virus Corona akan digelar hingga 24 September mendatang.

(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT