Ini Kata Pedagang & Warga Soal Pusat Kuliner Teras Surken Bogor

Faidah Umu Sofuroh - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 20:26 WIB
Teras Surken Bogor
Foto: dok Pemkot Bogor
Jakarta -

Pusat Kuliner Teras Suryakencana (Surken) secara resmi di-launching Wali Kota Bogor, Bima Arya di Jalan Bata, Kota Bogor. Pembukaan pusat kuliner ini sangat dinanti masyarakat karena Teras Surken ini menghadirkan kuliner legendaris Kota Bogor yang sudah terkenal lezat dan selalu dicari-cari di kalangan para pelancong yang datang ke kota hujan.

Beberapa kuliner legendaris ini sebut saja, Toge Goreng Pak Raisan, Es Pala Pak Ujang, Laksa Mang Wahyu, Soto Mie Pak Fauzi, Soto Bang Ali, Soto Pak Yusup, Bir Kotjok Pak Agus, Asinan Jagung, Rujak Uleg dan masih banyak kuliner legendaris lainnya yang direlokasi Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dari trotoar ke Teras Surken yang lebih nyaman dan bersih tanpa biaya sewa.

Owner Bir Kotjok Agus Sugandi mengaku merasa nyaman direlokasi ke Teras Surken. Hal ini karena menurutnua stand pedagang tertata rapi dan bersih. Sebelumnya ia berjualan di trotoar Surken yang setiap akhir pekan bisa menjual sampai 80 botol bir Kotjok. Dia berharap di Teras Surken ini penjualannya bisa semakin meningkat apalagi bir kotjoknya memakai rempah-rempah pilihan yang rasanya tidak berubah meskipun sudah berdiri sejak 1965.

"Walaupun sekarang dikelola generasi kedua rasanya tidak berubah sejak 1965," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Sementara itu, Owner Laksa Wahyu mengatakan ia bersyukur direlokasi di Teras Surken yang bersih dan tempat duduk pengunjungnya nyaman. Memulai usaha sejak 1955, setiap hari di lokasi sebelumnya Gang Aut, ia mampu menjual 100 porsi laksa yang diakuinya memiliki khas yang tidak dipakai laksa lainnya, dengan memakai oncom merah.

"Harapan saya penggemar Laksa saya tahu tempatnya pindah ke sini dan pengunjung Teras Surken semakin ramai," kata Wahyu.

Owner Toge Goreng Maemunah mengatakan direlokasi ke Teras Surken memang lebih nyaman dibandingkan tempatnya berjualan dahulu apalagi tidak perlu membayar sewa hanya membayar uang kebersihan dan keamanan saja. Meski begitu, ia mengaku sempat keberatan dengan sistem cashless atau nontunai mengingat lokasi Teras Surken dekat Pasar Tradisional.

"Saya harap ke depan Teras Surken ramai dan bisa lebih meningkatkan omzet penjualan para pedagang. Soal kalau weekend kami bisa jual 100 porsi dan toge goreng kami sudah terkenal sampai ke Malaysia dan Amerika," ucap Maemunah.

Teras Surken BogorTeras Surken Bogor Foto: dok Pemkot Bogor

Sedangkan salah satu pengunjung Teras Surken Nana Rubiasari (40) mengatakan sebagai warga Rangga Ganding yang sangat dekat dengan Suryakencana mendukung relokasi para pedagang legendaris ke Teras Surken. Pasalnya, pengunjung menjadi lebih mudah memilih kuliner karena berada di satu tempat yang sama dengan kondisi nyaman dan bersih.

"Ke depan semoga bisa lebih baik dan maju dan yang penting tetap jaga jarak dan pakai masker," imbuh Nana.

Di tempat yang sama, Pengunjung Teras Surken Yuni Fitriana mengatakan ia dan temannya hanya kebetulan lewat dan langsung mencoba kuliner di Teras Surken. Menurutnya, kuliner di Teras Surken terbilang lengkap. Hanya saja menurutnya, sistem pembayaran yang hanya bisa nontunai dengan aplikasi akan membuat kesulitan beberapa orang yang masih terbiasa tunai.

"Tapi overall (secara keseluruhan) semua bagus, tempatnya bersih, tertata, makanannya juga enak-enak," akunya.

(ega/ega)