Bima Arya Resmikan Teras Surken, Ada Banyak Kuliner Legendaris Bogor

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 19:00 WIB
Pemkot Bogor
Foto: Pemkot Bogor
Jakarta -

Wali Kota Bogor Bima Arya meresmikan Teras Suryakencana atau Teras Surken yang berlokasi di Jalan Bata, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Ia mengatakan Teras Surken tersebut akan diisi oleh para pedagang yang sudah berjualan di Suryakencana selama puluhan tahun.

"Trotoar sepanjang Jalan Suryakencana dibersihkan, tetapi kuliner legend yang sudah berjualan puluhan tahun direlokasi ke tempat yang lebih layak. Alhamdulillah, setelah proses yang cukup lama mereka bersedia, insyaallah akan lebih ramai lagi karena lebih nyaman, lebih bersih dan lebih sehat juga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).

Peresmian Teras Surken ini disebutnya menjadi salah satu upaya Pemkot Bogor dalam rangka mendongkrak perekonomian di tengah pandemi COVID-19. Ke depan akan ada beberapa kawasan yang diperuntukkan bagi UMKM kerajinan.

"Saat ini tengah berproses dengan KADIN. Ada produk dekorasi rumah tangga yang akan kita garap dengan membangkitkan ekonomi lokal, ada wisata alam dan juga urban farming," jelas Bima.

Bima Arya juga secara khusus memberikan apresiasi kepada para pedagang kuliner legendaris khas yang telah berjualan sejak puluhan tahun di Suryakencana. Di antaranya Toge Goreng Pak Raisan (1982), Cungkring Jumat (1975), Laksa Mang Wahyu (1955), Soto Mie Pak Buhaji (1974), RS Pala Pak Ujang (1949), Soto Bang Ali (1975), Soto Pak Yusuf (1982), Bir Kocok (1965), Asinan Jagung (1984), Rujak Ulek (1980) dan Nasi Kuning (1993).

"Bayangkan selama puluhan mereka konsisten jualan, ini luar biasa. Bagi mereka ini adalah babak baru, pertaruhan terbesar bagi kebutuhan mereka dan keputusan terbesar bagi karier mereka. Suryakencana bukan sekedar cerita tentang berdagang atau jualan. Ini adalah cerita inspirasi orang-orang hebat yang banyak sekali bertahan jualan di sini," pungkasnya.

Sebagai informasi, setelah Teras Surken, kata Bima, masih ada 7 titik di Kota Bogor yang juga akan di tata, demikian pula dengan Lawang Saketeng dan Pedati.

(akn/ega)