2 Bajak Laut Ditangkap Usai Rampok Ratusan Juta-Emas di Perairan Sumsel

ADVERTISEMENT

2 Bajak Laut Ditangkap Usai Rampok Ratusan Juta-Emas di Perairan Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 16:08 WIB
Polisi tangkap 2 bajak laut di perairan Sumsel (Raja Adil-detikcom)
Foto: Polisi tangkap 2 bajak laut di perairan Sumsel (Raja Adil-detikcom)
Palembang -

Dua bajak laut bersenjata api di perairan Pulau Nangka, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, ditangkap. Mereka ditangkap setelah merampok uang serta emas bernilai ratusan juta dari orang-orang di atas speedboat.

Aksi perompakan itu terjadi pada 9 Juli lalu di wilayah perairan laut Pulau Nangka. Speedboat awalnya berangkat dari Banyuasin menuju tempat lelang ikan di Sungai Selan, Bangka Belitung.

Setelah ikan di lelang, keesokan harinya speedboat kembali lagi ke Banyuasin melalui jalur yang sama. Setiba di lokasi pukul 17.30 WIB, speedboat dipepet 5 pelaku yang menggunakan pakai speedboat 40 PK.

"Saat dipepet, dua pelaku langsung naik ke speed korban. Salah satu pelaku langsung menembakkan senjata api ke atas," kata Direktur Polrairud Polda Sumsel, Kombes YS Widodo, di kantornya, Kamis (27/8/2020).

Korban yang berjumlah lima orang ketakutan karena ditodong pelaku menggunakan senjata api. Para bajak laut ini meminta uang dan emas para korban.

"Karena ada perempuan, korban-korban ini tidak berani melawan. Apalagi ada 2 yang bawa senjata api, langsung ditodong minta uang dan emas para korbannya," katanya.

Setelah menggasak uang tunai dan emas 5 suku, para pelaku kemudian meninggalkan korban di lokasi. Korban kemudian melapor ke Ditpolairud Polda Sumsel untuk.

"Dari laporan itu kerugian uang tunai hasil jual ikan Rp 90 juta dan emas 5 suku. Jika ditotalkan sekitar Rp 120 juta lebih," katanya.

Polisi kemudian memburu para pelaku. Satu di antara pelaku, F, adalah mantan anak buah korban bernama Jumadi dan Andi.

"Hasil keterangan didapat kalau korban ini sebulan lalu pernah memecat anak buah karena nakal. Kami dalami ternyata benar, mantan anak buah korban otak pelakunya," kata Widodo.

Dua terduga pelaku, AM (40) dan DI (32), ditangkap pada 1 Agustus di Karang Anyar Banyuasin. Sementara, tiga orang lainnya masih buron.

Kepada polisi, AM mengaku dari aksinya itu masing-masing pelaku mendapat jatah Rp 14 juta. Sementara sisanya untuk biaya operasional dan pemilik senjata api yang kini masih diburu.

"Kami dapat Rp 14 juta lebih sama emas. Jadi yang lain sama temen yang tiga lagi, untuk yang punya senjata api juga," kata AM.

(ras/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT