Ditagih Utang, Wanita di NTB Ngamuk Aniaya 3 Pria hingga Luka 30 Jahitan

Idham Kholid - detikNews
Kamis, 27 Agu 2020 11:41 WIB
Wanita inisial MS (baju tahanan) dihadirkan dalam rilis kasus di Polresta Mataram, Rabu (26/8/2020)
Foto: Wanita inisial MS (baju tahanan) dihadirkan dalam rilis kasus di Polresta Mataram, Rabu (26/8/2020). (Istimewa)
Jakarta -

Seorang wanita inisial MS (23) ditangkap karena menganiaya 3 pria hingga luka-luka di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penganiayaan itu diduga karena MS tak terima ditagih bayar makan.

Polresta Mataram merilis kasus penganiayaan itu pada Rabu (26/8/2020). Penganiayaan terjadi di kos-kosan, Kelurahan Abian Tubuh Baru, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

"Kejadiannya di kos-kosan di daerah Mataram, jadi posisinya perempuan ini dari Sumatera utara kemudian datang ke sini sendirian, ngekos," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa kepada wartawan, Kamis (27/8/2020).

Wanita itu awalnya ditagih seorang pria soal utang makan yang belum bayar. Namun, dia tak terima hingga cekcok.

"Beberapa kali makan belum bayar, ada semacam kantin kecil lah, saat diminta yang utang Rp 50 ribu, marah dia. Emosi. Akhirnya cekcok, dia balik ke kamar ambil cutter langsung membabi buta," ujarnya.

Wanita inisial MS (baju tahanan) dihadirkan dalam rilis kasus di Polresta Mataram, Rabu (26/8/2020)Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa (tengah) dalam rilis kasus, Rabu (26/8/2020) Foto: Wanita inisial MS (baju tahanan) dihadirkan dalam rilis kasus di Polresta Mataram, Rabu (26/8/2020). (Istimewa)

Sementara, dua pria lainnya awalnya berusaha melerai. Namun berujung juga terkena sayatan.

"Dua laki-laki lainnya itu berusaha melerai tapi kena juga sayatan cutter-nya, tumbang tiga-tiganya, kalah. Sampai ada jahit 30 jahitan," ujarnya.

"(Para korban) melawan tapi tangan kosong. Perempuan ini pakai cutter kecil, pakai sapu juga," ujarnya.

Kadek Adi Budi mengatakan berkas kasus ini telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa kemarin. Berkas akan dilimpahkan hari ini.

"Kemarin udah P21, sebelum limpah (berkas) kita rilis dulu, hari ini dilimpahkan ke kejaksaan," tuturnya.

Tonton video 'Diduga Aniaya Anak, Kombes Rachmad Widodo Langgar Kode Etik':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/tor)