Giring Ganesha Blak-blakan soal Nyapres 2024

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 26 Agu 2020 20:22 WIB
Giring Ganesha (Dok. Istimewa)
Giring Ganesha (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha telah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon presiden 2024. Tekad eks vokalis band Nidji itu untuk nyapres pada 2024 sudah bulat semenjak balihonya tersebar.

"Teman-teman sudah mulai viral ketika baliho sudah mulai terpasang di Sabang sampai Merauke mulai dari tanggal 15 atau 16 Agustus itu dan kemarin saya baru saja deklarasi secara online juga dari kantor DPP di tanggal 24. Saya memang yakin 1 juta persen untuk maju sebagai calon presiden Republik Indonesia di tahun 2024," kata Giring Ganesha dalam konferensi virtual PSI pada Rabu (26/8/2020).

Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden selanjutnya baru akan diselenggarakan pada 2024. Meskipun begitu, PSI mantap mengusung Giring sebagai bakal calon Presiden RI sejak 2020 dan ini disebut Giring sebagai strategi.

"Sis Grace, dan semua pengurus DPP mati-matian mengurus administrasi, verifikasi partai. Itu yang membuat kita sampai nggak mikirin bagaimana cara berkampanye yang benar-benar cerdas, akhirnya mepet waktunya dan kita belum dikasih kesempatan," ungkapnya.

"Karena itu, kita mulai dari sekarang kali ini kita mulai 4 tahun sebelumnya jadi nanti verifikasi akan dilewati dengan begitu mulus, administrasi sudah kita siapkan dari sekarang juga kampanye sudah kita persiapkan dari sekarang. Jadi ini bukan buat tes ombak, ini bukan tes market, tapi ini adalah strategi yang paling tepat buat kita PSI karena kita sudah belajar dari kesalahan kita di masa lalu," lanjutnya.

Giring tak menampik keputusannya untuk nyapres pada 2024 mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat Indonesia, bahkan kerap mendapatkan nyinyiran dari netizen dengan sebutan 'halu'. Menyikapi hal ini, Giring menyatakan bahwa dirinya memang seorang pemimpi besar yang bertekad menjadi Presiden RI.

"Kalau menurut saya, komen-komen tentang 'halu', mimpi, dan lainnya adalah input yang luar biasa karena memang saya seorang pemimpi yang besar dan saat ini saya bermimpi bahwa di 2024 impian kita adalah anak muda yang memimpin bangsa ini. Karena memang bangsa ini butuh sekali input-input baru gebrakan-gebrakan baru di birokrasi negara ini butuh kita keluar dari pola-pola yang sudah terbentuk puluhan tahun," jelasnya.

Giring juga bicara tentang sejumlah artis yang pernah mendeklarasikan diri sebagai calon pemimpin. Giring mengaku mengambil pelajaran.

"Saya nggak tahu apa yang terjadi dengan Farhat Abbas dan Rhoma Irama. Tapi saya selalu belajar dari tokoh-tokoh senior yang ada. Contohnya waktu itu sering banget diskusi ketemu sama Sis Grace, Sis Grace sama saya ketemu Pak Jokowi. Juga saya sering cerita karena sering banget diundang Pak Jokowi ke Istana untuk ngobrol-ngobrol sama PSI juga kawan-kawan relawan," ceritanya.

Dari Jokowi, Giring belajar hal yang terpenting dalam memaksimalkan strategi kampanye adalah melakukan blusukan. Selain itu, ia telah menyiapkan berbagai program kerja yang akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat melalui media sosial.

"Beliau (Jokowi) selalu bilang bahwa yang paling penting adalah blusukan. Bahwa yang paling penting adalah ketemu sama warga. Yang paling penting adalah ketemu sama masyarakat dan mendengarkan masyarakat sehingga benar-benar ada untuk masyarakat. Dan itu menurut saya adalah salah satu strategi saya," tuturnya.

"Program-program yang jelas berbeda, program-program menggebrakkan, walaupun gebrakan, walaupun beda saya yakin dari tim PSI sudah mempersiapkan data-datanya juga bahwa ini program yang bisa dilaksanakan dan juga benar-benar bisa menyejahterakan masyarakat. Dan tentunya kita harus menjelaskan secara langsung program-program itu ke masyarakat," lanjutnya.

(gbr/gbr)